WARTA – JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pengasih kembali memperkuat jalinan kerja lintas sektor melalui pelaksanaan program unggulan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Adaptif Inklusif). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ibu Sukamti, RT 046, Dusun Ngruno, Kalurahan Karangsari, pada Jumat (08/05/2026) ini, mempertemukan penyuluh agama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam satu wadah pembinaan terpadu. Inisiatif ini dirancang untuk menyelaraskan bimbingan nilai spiritual dengan pemberdayaan ekonomi riil bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), guna mewujudkan kesejahteraan yang utuh, baik di dunia maupun akhirat.
Dalam sesi kajian keagamaan, Penyuluh Agama Islam, Musodiqin, S.Sos., menguraikan makna mendalam dari Surat Al-Baqarah ayat 201, yang dikenal sebagai doa Sapu Jagat. Beliau menegaskan bahwa rangkaian doa tersebut bukan sekadar materi hafalan ibadah, melainkan sebuah visi dan panduan hidup yang komprehensif bagi setiap muslim.
Merujuk pada tafsir Ibnu Katsir, Musodiqin menjabarkan bahwa konsep kebaikan di dunia atau hasanah fi ad-dun-ya mencakup aspek-aspek konkret yang menjadi penopang martabat manusia, antara lain: kesehatan fisik yang terjaga, tempat tinggal yang layak dan nyaman, kecukupan rezeki, penguasaan ilmu yang bermanfaat, keharmonisan hubungan dalam rumah tangga, serta kehormatan diri di tengah masyarakat.
“Kebaikan yang kita peroleh di dunia ini sejatinya merupakan bekal utama untuk meraih kebaikan yang lebih abadi di akhirat, yaitu berupa surga dan keridhaan Allah SWT,” tegas Musodiqin saat menyampaikan materi di hadapan para peserta.
Selaras dengan konsep kebaikan duniawi yang digariskan dalam nilai agama, sesi selanjutnya diisi dengan pembekalan teknis yang disampaikan oleh Pendamping PKM PKH, Rahayu Apendi. Materi yang diangkat adalah budidaya Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot), yang merupakan bagian dari agenda rutin Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
Pemanfaatan lahan pekarangan secara efisien melalui metode ini diharapkan mampu memberikan tiga manfaat strategis bagi keluarga, yakni: Pertama, mendukung ketahanan pangan rumah tangga melalui penyediaan buah-buahan segar yang dapat dikonsumsi sendiri. Kedua, menjadi sumber pemberdayaan ekonomi, di mana hasil panen yang melimpah berpotensi memiliki nilai jual tambahan. Ketiga, mewujudkan lingkungan hunian yang hijau, asri, dan sehat – sebuah wujud nyata dari penerapan prinsip hasanah fi ad-dun-ya.
Sementara itu, ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi pelaksanaan program SIKAP BAIK ini. Menurutnya, kolaborasi yang menyatukan aspek religiusitas—melalui program Pusaka Sakinah—dengan aspek sosial dan ekonomi dari PKH, menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan keluarga yang tidak hanya kokoh secara iman, tetapi juga adaptif dan inklusif dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat di wilayah Pengasih. (myid)
🌐 Penulis
🔶 Redaktur: Mawan

