
WARTA – JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Peringatan Milad ke-16 Korps Dakwah Mahasiswa (KORDA) IIQ An-Nur Yogyakarta yang digelar pada Ahad (3/5/2026) menjadi momentum strategis untuk mempertegas arah dan tujuan gerakan dakwah di tengah dinamika era digital. Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui penampilan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mars organisasi, dan hymne institusi yang membangkitkan semangat kolektif.
Simbolisme dan Komitmen Pengabdian
Ketua Umum KORDA, Juni Awan, didampingi Ketua Panitia, Asriyadi, menyampaikan bahwa momen pemotongan tumpeng bukan sekadar seremonial, melainkan simbol rasa syukur dan penegasan komitmen organisasi untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Selama ini, KORDA telah mewujudkan dedikasi tersebut melalui berbagai program pengabdian, mulai dari kegiatan sosial seperti pembersihan masjid dan mushala, pengajaran pendidikan agama di SDN 2 Wojo, hingga program keagamaan khusus seperti Da’i Ramadan.
Filosofi Dakwah yang Berdampak
Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan tokoh sentral, Ustadz Rustam Nawawi, S.Pd.I., M.Pd., yang merupakan pendiri KORDA sekaligus Penyuluh Agama Islam KUA Sewon. Ia menegaskan bahwa aktivitas keorganisasian harus memiliki arah yang jelas dan memberikan dampak nyata, bukan sekadar rutinitas.
“Dakwah dimulai dari ukhuwah, berkembang menjadi karya, dan bermuara pada peradaban,” tegas Ustadz Rustam.
Pernyataan ini menjadi landasan filosofis bahwa gerakan dakwah harus dibangun di atas persaudaraan, diwujudkan dalam karya nyata, serta bertujuan untuk kemajuan peradaban manusia. Ia juga menekankan pentingnya penerapan moderasi beragama dan kearifan lokal sebagai fondasi utama dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di era modern.
Lebih jauh, Rustam menyoroti peran kader dakwah sebagai aktor perubahan dan calon pemimpin masa depan. Karakter kepemimpinan tersebut harus ditempa melalui perjuangan yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.
“Enam belas tahun KORDA adalah jejak pengabdian menuju peradaban,” tandasnya.
Menuju Kedewasaan Organisasi
Sementara itu, Presiden Mahasiswa IIQ An-Nur sekaligus Ketua Umum KORDA periode sebelumnya, Syifa Nurul Auzan, menilai usia 16 tahun sebagai fase transisi menuju kedewasaan sebuah organisasi.
Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar KORDA tidak hanya dikenal aktif dalam kegiatan, tetapi juga matang dalam visi dan misi, serta mampu memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. (Rtm)

🔶 Redaktur : Mawan








