
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Antusiasme tinggi menyelimuti Masjid Khoirul Huda, Padukuhan Kembang, Pengasih Kulon Progo saat program DINAMIT (Dialog Interaktif KUA bersama Masyarakat) hadir menyapa masyarakat setempat pada Jumat (24/04/26). Program unggulan KUA Pengasih ini kembali menjadi magnet bagi masyarakat yang haus akan edukasi hukum agama dan regulasi pemerintah terbaru.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., bersama rekan ASN KUA hadir memandu jalannya dialog yang berlangsung dinamis dan penuh keakraban.
Dari Takmir Masjid Khoirul Huda, Kamijo An Najib, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran tim KUA. Ia menilai program ini berhasil meruntuhkan dinding pembatas antara birokrasi dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah KUA Pengasih. Dengan datang langsung ke masjid kami, warga merasa dihargai. Ini adalah kesempatan langka bagi masyarakat untuk berkonsultasi tanpa harus merasa segan atau birokrasi yang rumit,” ungkap Kamijo.
Sesi dialog berlangsung hangat saat warga mulai menyampaikan kegelisahan mereka. Tidak hanya berkutat pada masalah klasik seperti pembagian waris, risiko besar nikah sirri, qurban dan wakaf, warga juga menanyakan isu terkini mengenai hukum dan aturan penggunaan pengeras suara atau sound horeg pada saat malam takbiran.
Warga bertanya mengenai batasan penggunaan sound system yang seringkali menjadi polemik di masyarakat, terutama terkait kenyamanan lingkungan dan aturan penggunaan pengeras suara sesuai edaran terbaru. Winardi, A.Md., pun menjelaskan secara bijak mengenai pentingnya menjaga harmoni sosial dan kepatuhan terhadap regulasi demi kebaikan bersama.
Kepuasan terpancar dari wajah para jamaah setelah mendapatkan jawaban langsung dari narasumber yang kompeten. Kamijo menegaskan kembali betapa pentingnya forum edukasi seperti ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi jamaah dan masyarakat luas supaya tidak malu bertanya lagi. Banyak hal yang selama ini kami hanya dengar katanya-katanya, sekarang sudah jelas dasar hukumnya,” tambah Kamijo.
Testimoni positif juga datang dari salah satu jamaah Kunti Sariati yang mengikuti jalannya DINAMIT hingga usai: “Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi dengan DINAMIT ini, merasa dengan program ini kami bisa leluasa bertanya harapannya Dinamit ini tetap berjalan dan perlu mengajak kolaborasi dengan instansi lain sehingga lebih luas jangkauan dialognya” ujarnya dengan nada puas.
Program DINAMIT sukses membuktikan bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat melalui dialog interaktif mampu menjawab berbagai dinamika sosial dengan solusi yang tepat dan menenangkan.(myid)
🌐 Penulis
🔶 Redaktur: Mawan












