
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ketahanan keluarga melalui program Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah). Kali ini, kegiatan penyuluhan menyasar ibu-ibu kader di Kalurahan Karangsari yang digelar pada Sabtu (30/05/26).
Acara yang berlangsung khidmat dan antusias ini dihadiri langsung oleh Lurah Karangsari, Mujirin, serta Kamituwa Karangsari, Sugeng Riyanto.
Hadir sebagai narasumber Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., menyampaikan materi yang sangat relevan dengan hari raya Idul Adha, yaitu mengenai Hikmah Idul Qurban dan Tata Cara Menyimpan Daging yang Benar. “Ibadah kurban bukan sekadar ritual setahun sekali, melainkan momentum untuk mengikis sifat egois dan meningkatkan kepedulian sosial. Selain aspek spiritual, kita juga harus memperhatikan aspek fikih dan kesehatan dalam memperlakukan daging kurban, termasuk cara penyimpanan yang benar agar kandungan gizinya tetap terjaga dan higienis saat dikonsumsi keluarga,” ujar Luazizah di hadapan para kader.

Tak hanya fokus pada bimbingan keagamaan, kegiatan Pusaka Sakinah kali ini juga bersinergi dengan program kesehatan masyarakat. Menghadirkan Purwinarsih, AM.Keb., dari Puskesmas 2 Pengasih, forum ini turut membedah pentingnya pemantauan kesehatan pada fase krusial pertumbuhan manusia, yakni kesehatan balita dan ibu hamil demi mencegah terjadinya stunting di wilayah Karangsari.
Merespons gerakan aktif para kader, Lurah Karangsari, Mujirin, memberikan apresiasi sekaligus suntikan motivasi. Dalam sambutannya, Pak Lurah berpesan agar para kader senantiasa menjaga api semangat dalam melayani warga.
“Kader adalah ujung tombak pembangunan di kalurahan. Saya berharap ibu-ibu kader selalu menanamkan rasa ikhlas dalam menjalankan segala kegiatan yang menggerakkan masyarakat. Dengan keikhlasan, tugas seberat apa pun akan terasa ringan dan membawa berkah bagi sesama,” tutur Mujirin.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menegaskan bahwa program Pusaka Sakinah akan terus digulirkan secara masif ke kalurahan-kalurahan. Ia mengapresiasi sinergi yang apik antara penyuluh agama, pemerintah kalurahan, dan instansi kesehatan.
“Program Pusaka Sakinah ini adalah wadah transformasi masyarakat. Kami di KUA Pengasih ingin memastikan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari fondasi keagamaan saja, tetapi juga dari ketahanan kesehatan dan sosial. Sinergi antara Penyuluh Agama, Puskesmas, dan Pemerintah Kalurahan Karangsari ini adalah contoh nyata bagaimana pelayanan negara hadir secara utuh di tengah masyarakat. Kami berharap pemahaman yang didapat para kader hari ini bisa disebarluaskan ke lingkungan tingkat RT dan RW,” tegas Rangga.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan lancar dan ditutup dengan komitmen tinggi para kader untuk menjaga higienis makanan, sehingga kesehatan keluarga dapat terjamin dengan baik.(myid)
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan







