
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntatiningsih di dampingi Ketua Baznas Gunungkidul, Mustangid, M.Pd melakukan monitoring RTLH ke Kapanewon Rongkop, pada hari Senin, 9 Maret 2026. Setiba di lokasi, rombongan Bupati diterima langsung oleh Panewu Anom Kapanewon Rongkop, Kardiyono, SIP.,MM beserta Sukatno, SIP dan Lurah Kalurahan Semugih, Suyata beserta Pamong, Babinsa dan Babinkamtibmas.
Monitoring yang dituju yaitu ke rumah ibu Sumarni, warga Padukuhan Bendorubuh RT 003/010, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, rencananya akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari Baznas Kabupaten Gunungkidul. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meninjau langsung keluarga ibu Saminem KPM PKH warga Padukuhan Semampir, Kalurahan Melikan yang terdampak bencana banjir dan angin kencang beberapa waktu lalu.
Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan hunian yang layak,aman dan nyaman.
Menurut Panewu Anom Rongkop, Kardiyono SIP.,MM., melalui kegiatan ini diharapkan program bedah rumah dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntatiningsih setiba di rumah KPM bertemu langsung calon penerima bantuan bedah rumah ibu Sumarni dan Saminem dapat menyapa ramah dan berdialog secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut Endah Subekti Kuntatiningsih mengatakan, “Ibu Sumarni beserta anaknya selama ini menghuni rumah yang sangat tidak layak di atas tanah kas desa sudah puluhan tahun. Bahkan sejak Pak Dukuh Bendorubuh masih SD klas 2. Rumah Bu Sumarni ini sangat tidak layak huni, karena tidak ada sanitasi, tidak ada dapur, kamar tidur yang layak maupun kamar mandi,” kata Endah.
Usai dari Bendorubuh, Kalurahan Semugih, Bupati Endah Subekti Kuntatiningsih, mengunjungi KPM PKH Saminem warga Padukuhan Semampir, Kalurahan Melikan, Rongkop. Di sana diterima langsung oleh keluarga yang didampingi Lurah Melikan Agus Sumarna, A.Md beserta Pamong.
Kondisi rumah Ibu Saminem juga sangat sangat tidak layak huni. Tidak ada ruang tamu, sanitasi, ruang belajar maupun kamar tidur.Padahal ada salah satu anak ibu Saminem yang masih sekolah di SMK. Sehingga mereka tidur bersama diruangan terbuka yang sangat tidak layak, terang orang pertama Gunungkidul ini.
Bupati berjanji, sebelum lebaran rumah kedua KPM, Sumarni dan Saminem sudah bisa terbangun dan dihuni bersama keluarga. Bupati juga mengharap kepada masyarakat untuk ikut membantu proses pembangunan.
“Kami berharap masyarakat bisa menyampaikan informasi jika masih ada warga masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak huni untuk diajukan kepada pemerintah agar diberikan bantuan bedah rumah,” pungkasnya.

🔶️ Redaktur: Mawan











