
SUKOHARJO, JATENG || WARTA-JOGJA.COM – Gelaran lari kini menjadi fenomena yang semakin digemari masyarakat Jawa Tengah. Hampir setiap pekan, berbagai kabupaten dan kota menyelenggarakan ajang lari yang selalu disambut antusiasme tinggi, membuktikan bahwa kesadaran akan kesehatan terus meningkat, sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui wisata olahraga dan pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil menengah.
Kemeriahan tersebut kembali terlihat jelas dalam ajang Sukoharjo Spektakuler Run 2026, yang berlangsung di kawasan Sentra Niaga The Park Mall Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, pada Minggu (19/7/2026). Acara ini menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo yang berlangsung sejak 14 Juli 2026.
Sebanyak 2.000 peserta tercatat mengikuti perlombaan kategori jarak 5 kilometer dan 10 kilometer. Tingginya minat masyarakat membuat kuota pendaftaran habis jauh sebelum hari pelaksanaan, sehingga panitia terpaksa menutup pendaftaran lebih awal.
Sukoharjo kini turut menyusul kesuksesan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah yang sebelumnya telah menggelar ajang serupa, seperti Rupiah Borobudur Playon di Magelang, Dieng Caldera Race di Wonosobo, hingga Kebumen Geopark Trail Run. Masing-masing menghadirkan karakteristik lintasan yang khas dengan pesona alam setempat, namun memiliki tujuan yang sama: membudayakan olahraga sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang turut berpartisipasi berlari di kategori 5 kilometer bersama putranya, Mohammad Alif Daffa, menilai fenomena ini sebagai sinyal positif. “Lari untuk sehat, yang kedua UMKM mikro di wilayah kita akan berkembang,” ujar Gubernur. Ia menegaskan bahwa olahraga lari kini telah bertransformasi menjadi gaya hidup baru yang menjalar ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Selain memperkuat budaya hidup sehat, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah membawa dampak ekonomi yang nyata. Para pelari membelanjakan biaya akomodasi, kuliner, hingga berbelanja produk lokal, sehingga mendorong perputaran uang di daerah penyelenggara.
Race Director Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Dina Kharisma Hari Wibowo, menjelaskan bahwa target kuota 2.000 peserta terpenuhi seketika, dan panitia bahkan harus menolak banyak calon peserta demi menjaga kenyamanan serta standar keselamatan lintasan. Peserta datang tidak hanya dari wilayah Soloraya, melainkan juga dari Yogyakarta, Semarang, hingga berbagai wilayah di Jawa Timur, dengan kategori lari 10 kilometer menjadi salah satu daya tarik utama.
“Target kami 2.000 peserta dan alhamdulillah target kami sudah terpenuhi. Kita banyak menolak peserta,” ungkap Dina. Ia menambahkan lonjakan aktivitas ekonomi terasa jelas: tingkat hunian hotel di sekitar lokasi perlombaan meningkat signifikan, sementara pelaku usaha kuliner dan UMKM mencatat kenaikan omzet selama akhir pekan penyelenggaraan. “Banyak warga dari luar Sukoharjo, ada yang menginap di hotel-hotel sekitar venue dan ada juga kuliner-kuliner yang dalam dua hari ini mengalami pelonjakan ekonomi,” jelasnya.
Di balik kemeriahan ajang ini, tumbuh pula kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda. Lingga Aditya (14), siswa kelas VIII SMP asal Solo, mengajak adiknya ikut berpartisipasi dan memandang lari sebagai investasi jangka panjang. “Olahraga itu bukan sekadar dicari capeknya saja, ada banyak manfaat lain buat masa depan dan diri kita sendiri,” ujarnya.
Semangat serupa tampak dari Bian Stefanu (14) dan Asthar Faiz Zaki (14), siswa SMP Mojosongo 8 Surakarta. Bian yang bercita-cita menjadi Polisi Militer serta Asthar yang berminat menjadi masinis sepakat bahwa kebugaran fisik perlu dibangun sejak dini. Asthar pun mengaku sangat terkesan dengan dukungan warga di sepanjang rute perlombaan. “Senang, beda dari yang lain. Sepanjang rute banyak yang menyemangati,” katanya.
Maraknya gelaran lari di berbagai wilayah Jawa Tengah membuktikan bahwa olahraga kini lebih dari sekadar rekreasi akhir pekan. Di provinsi ini, lari telah tumbuh menjadi gerakan sosial yang menyatukan komunitas, memperkuat budaya hidup sehat, mengangkat potensi wisata olahraga, serta menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat luas.
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan








