BATAM || WARTA-JOGJA.COM – Rangkaian pelatihan selama tiga hari bukanlah garis akhir bagi 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner di Provinsi Kepulauan Riau. Justru di sinilah perjalanan baru mereka dimulai, dengan disusunnya Action Plan 90 Hari-panduan langkah nyata agar seluruh ilmu yang didapat benar-benar diterapkan untuk mengembangkan usaha.
Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri pada 21–23 Juli 2026 di Hotel Golden View Batam, dalam rangka Pengembangan Pemasaran Produk Dalam Negeri melalui Pelatihan Optimasi Digital untuk Penjualan Berkualitas dan Omzet Berkelanjutan. Peserta berasal dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, hingga Lingga.
Kegiatan dibuka Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kepri Andi Mardianus, S.STP., M.Si. Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Kepri dr. T. Afrizal Dachlan, M.M., Plt. Kepala Disperindag Kepri Dr. Aries Fhariandi, S.Sos., M.Si., Sekretaris Disperindag Fansuri, S.T., M.H., serta para narasumber dan peserta.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Melalui pelatihan ini kami harap UMKM mampu memanfaatkan teknologi secara optimal, meningkatkan kualitas pemasaran, memperluas pasar, serta mengangkat daya saing dan omzet secara berkelanjutan,” tegas Andi Mardianus.
Membangun Bisnis dari Fondasi Kuat
Pelatihan dirancang utuh, tak sekadar soal iklan atau postingan. Peserta diajak memahami peluang bisnis digital, menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), menetapkan harga jual yang menguntungkan, hingga menyusun target omzet yang realistis. Materi diperkuat dengan penyusunan branding, karena keputusan beli sering kali ditentukan citra produk, bukan hanya harga.
Kemudian peserta diperkenalkan pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau AI sebagai asisten pemasaran—mulai menghasilkan foto produk yang menarik dan profesional tanpa biaya tinggi. Hari terakhir dilengkapi materi pengelolaan WhatsApp Business, optimasi pasar daring lewat studi kasus TikTok Shop, hingga strategi periklanan digital yang tepat sasaran.
Ilmu Tanpa Tindakan Bermakna
Direktur PT Tajir Berkah Sinergi sekaligus narasumber utama Tarso, S.E., M.M., M.Pd. menegaskan pelatihan bukan tujuan akhir. “Nilai sejatinya terlihat saat peserta kembali ke usaha dan mempraktikkan apa yang dipelajari. Mulai dari hitung biaya produksi benar, tetapkan target, pakai teknologi, hingga jalankan strategi secara konsisten.”
Peserta juga mendapat materi dari praktisi manajemen pasar daring Ima Dewi N. dari PT Inovasi Bangun Negeri, yang membedah pengelolaan katalog, pesan otomatis, membangun kedekatan dengan pelanggan lewat WhatsApp Business, serta memaksimalkan jangkauan penjualan lewat TikTok Shop.
“Digitalisasi bukan sekadar hadir di media sosial, tapi bagaimana memanfaatkannya untuk membangun hubungan pelanggan dan penjualan yang berkelanjutan,” ujar Ima Dewi N.
Keunikan pelatihan ini adalah penyusunan Action Plan 90 Hari-setiap peserta merumuskan target, langkah kerja, jadwal, dan indikator keberhasilan tiga bulan ke depan. Ini jaminan agar ilmu tak sekadar jadi catatan, melainkan aksi nyata.
Maryani, pelaku usaha kuliner “Lavana”, mengaku sangat terbantu. “Materi lengkap dan mudah dimengerti. Saya jadi paham hitung HPP, bangun merek, pakai AI untuk foto produk, sampai punya rencana kerja 90 hari ke depan. Sekarang arah usaha saya lebih jelas.”
Kegiatan ditutup Analis Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kepri Roviyanty, S.T., M.M. Ia menegaskan keberhasilan pelatihan bukan diukur acara selesai, melainkan konsistensi peserta menerapkan rencana aksi. “Kami harap rencana 90 hari ini jadi panduan nyata untuk bertumbuh, memperluas pasar, dan meningkatkan omzet.”
Melalui kegiatan ini, Disperindag Kepri kembali menegaskan komitmen memperkuat kapasitas UMRI agar makin adaptif dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital. Pelatihan boleh usai, tapi semangat belajar dan bertumbuh harus terus berjalan. Kini saatnya buktikan perubahan lewat tindakan nyata.
🌐 Penulis: DMS


