
WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) Karangawen digelar untuk menyusun rancangan pembangunan yang terintegrasi, solutif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dalam forum tersebut, Penawu Girisubo diwakili Panewu Anom Girisubo, Hari Susanto, S.T., M.Eng., secara tegas menegaskan bahwa seluruh usulan perencanaan pembangunan di tingkat kalurahan mutlak harus berpedoman dan selaras dengan 7 Program Prioritas Daerah yang ditetapkan oleh Bupati Gunungkidul.
Kegiatan ini bukan sekadar forum perencanaan biasa, melainkan momen penting penyatuan arah kebijakan – dari kabupaten hingga ke tingkat paling bawah – agar setiap anggaran dan program yang disusun benar-benar menyentuh kebutuhan warga secara merata, sekaligus menjadi sarana pencegahan dan penanganan masalah sosial serta kesehatan yang kini semakin nyata di tengah masyarakat.
Musrenbangkal diawali dengan paparan Lurah Karangawen yang menyampaikan capaian pembangunan periode sebelumnya serta rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan. Paparan merinci usulan prioritas yang telah dirangkum dari tingkat padukuhan, sekaligus memetakan alokasi agar kemanfaatan pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan warga.

Menanggapi rancangan tersebut, Hari Susanto menekankan bahwa perencanaan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus tegak lurus dengan visi dan arah pemerintah kabupaten.
“Kita harus memastikan agar arah pergerakannya tegak lurus. Usulan-usulan yang disepakati hari ini mutlak harus berpedoman pada 7 Program Prioritas Daerah Ibu Bupati Gunungkidul, sehingga visi pembangunan kita selaras dari kabupaten hingga ke akar rumput,” tegas Hari Susanto.
Ketujuh Program Prioritas Tersebut meliputi:
1. Bocah Pinter – peningkatan kualitas pendidikan generasi penerus;
2. Warga Sehat – peningkatan derajat kesehatan dan perluasan akses layanan;
3. Tani Makmur & UMKM Berdaya – penguatan ekonomi dari sektor riil;
4. Gunungkidul Berdikari – mewujudkan kemandirian ekonomi daerah;
5. Pamong Nglayani & Ngayomi – peningkatan kualitas pelayanan aparatur kalurahan;
6. Warga Gayeng-Guyub – pemeliharaan kerukunan, gotong royong, dan kohesi sosial;
7. Alam Lestari – pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Selaras dengan prioritas Warga Gayeng-Guyub dan Warga Sehat, Panewu Anom Girisubo secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga guna mencegah dampak buruk fenomena sosial seperti judi daring dan pinjaman daring yang telah memicu tekanan ekonomi, keretakan rumah tangga, hingga perilaku memprihatinkan di tengah masyarakat.
“Melalui Musrenbangkal ini, program yang disusun harus berani mengurai masalah. Pembangunan tidak hanya bertumpu pada fisik, tapi juga penguatan jiwa dan mental warga. Mari kita kuatkan peran tokoh masyarakat dan keluarga agar tidak ada warga yang merasa sendirian saat menghadapi himpitan ekonomi,” ujarnya.
Sejalan dengan semangat Alam Lestari dan Warga Sehat, forum juga menyoroti kewaspadaan terhadap potensi zona merah antraks serta pentingnya edukasi tata laksana peternakan dan konsumsi daging yang aman. Selain itu, alokasi program difokuskan pada penanganan gizi anak, penurunan angka stunting, pendampingan ibu hamil Kurang Energi Kronis (Bumil KEK), penanganan balita gizi kurang, serta upaya mitigasi bencana seperti kebakaran dan kekeringan.
“Dengan gotong royong dan berpedoman pada arahan prioritas daerah, saya yakin kita mampu merumuskan program RKP yang benar-benar menyentuh urat nadi kebutuhan warga. Semoga langkah kita hari ini membawa kemajuan yang merata bagi Kalurahan Karangawen,” pungkas Hari Susanto.








