WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Paguyuban PS Paseduluran Sak Lawase menyalurkan 10 paket sembako kepada warga yang membutuhkan di wilayah Mbulurejo, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (11/10/2026). Kegiatan bakti sosial (baksos) yang bersumber dari sumbangan sukarela para anggota tersebut menjangkau warga di RT 03, RT 04, RT 06, dan RT 08. Program ini menjadi bagian dari komitmen paguyuban untuk memperkuat kepedulian sosial yang telah dijalankan secara rutin setiap tiga bulan selama kurang lebih tiga tahun.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah kondisi perekonomian yang dirasakan cukup berat oleh sebagian warga. Melalui kegiatan ini, PS Paseduluran Sak Lawase berupaya menghadirkan manfaat langsung sekaligus mempererat hubungan sosial antara anggota paguyuban dan masyarakat setempat.
Sebelum kegiatan dimulai, Ketua Paguyuban PS Paseduluran Sak Lawase, Hidayanto, mengajak seluruh anggota untuk berdoa bersama agar pelaksanaan bakti sosial berjalan lancar dan mendapat keberkahan.
Hidayanto menjelaskan bahwa 10 paket sembako yang disalurkan merupakan hasil pengumpulan dana dan bantuan dari keikhlasan para anggota. Menurutnya, kegiatan sosial tersebut tidak dilaksanakan secara spontan, melainkan melalui proses persiapan dan koordinasi agar bantuan dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Persiapan meliputi pertemuan internal paguyuban, survei lokasi untuk menentukan sasaran penerima, serta permohonan izin dan koordinasi dengan pihak terkait di wilayah setempat.
“Kegiatan baksos seperti ini sudah kami laksanakan setiap tiga bulan sekali, dan Alhamdulillah sudah berjalan lancar selama kurang lebih tiga tahun. Sebelum kegiatan dilaksanakan, kami juga rutin mengadakan koordinasi dan pertemuan bulanan untuk membahas berbagai hal termasuk persiapan kegiatan sosial ini,” ujar Hidayanto.
Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbagi telah menjadi bagian dari agenda sosial paguyuban. Selain mengumpulkan bantuan, anggota juga berupaya memastikan proses penyaluran berlangsung terkoordinasi dan tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Ari selaku koordinator lapangan di wilayah Mbulurejo. Selanjutnya, paket sembako dibagikan secara bertahap kepada warga di RT 03, RT 04, RT 06, dan RT 08.
Suyar, yang mewakili paguyuban dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pesan kepada para penerima agar memandang bantuan berdasarkan niat baik dan semangat kebersamaan, bukan dari besar kecilnya nilai pemberian.
“Kepada warga yang menerima bantuan, mohon tidak menilai dari besar kecilnya pemberian kami. Ini adalah apa yang bisa kami kumpulkan dari keikhlasan hati para anggota Paguyuban Paseduluran Sak Lawase. Semoga bermanfaat,” ungkapnya dengan tulus.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tidak semata-mata berorientasi pada nilai materi, tetapi juga mengedepankan kepedulian, ketulusan, dan semangat untuk saling membantu.
Bagi paguyuban, keterbatasan jumlah bantuan tidak mengurangi arti penting kegiatan berbagi. Sebaliknya, partisipasi anggota yang dilakukan secara sukarela menjadi modal utama untuk menjaga keberlangsungan program sosial tersebut.
Kegiatan penyaluran sembako mendapat sambutan positif dari warga dan perangkat lingkungan setempat. Ketua RT 06, Wasih, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PS Paseduluran Sak Lawase yang telah menyalurkan bantuan kepada warga di wilayahnya.
“Saya sangat-sangat berterima kasih atas terselenggaranya baksos hari ini. Saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang positif seperti ini. Harapan saya, kegiatan ini dapat memicu paguyuban-paguyuban lain untuk ikut tergerak menyisihkan sebagian rezeki guna membantu sesama yang membutuhkan,” tegasnya.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi harapan agar kegiatan serupa dapat menginspirasi kelompok masyarakat lainnya untuk mengambil peran dalam membantu warga yang membutuhkan.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dinilai penting untuk menumbuhkan budaya kepedulian sosial. Melalui kontribusi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, masyarakat dapat membangun lingkungan yang lebih peduli, saling mendukung, dan memiliki semangat kebersamaan.
Salah seorang warga penerima bantuan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia menilai perhatian dari paguyuban menjadi hal berarti bagi warga, khususnya ketika kondisi ekonomi dirasakan semakin berat.
“Kami merasa sangat bersyukur di tengah kondisi perekonomian yang dirasakan cukup berat saat ini. Semoga Paguyuban PS Paseduluran Sak Lawase semakin kompak, semakin solid, dan semakin bersemangat untuk terus berbagi di masa mendatang. Semoga setiap kebaikan yang kalian lakukan menjadi ladang amal jariyah bagi seluruh anggota,” ucapnya.
Ungkapan tersebut mencerminkan bahwa kepedulian sosial tidak hanya memberikan manfaat melalui bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menghadirkan dukungan moral bagi penerimanya.
Bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari warga. Sementara itu, keberlanjutan kegiatan diharapkan mampu menjaga hubungan baik antara paguyuban dan masyarakat di wilayah sasaran.
Setelah rangkaian penyaluran bantuan selesai, para anggota PS Paseduluran Sak Lawase berpamitan kepada warga, khususnya masyarakat Mbulurejo di wilayah RT 06. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Para anggota kemudian melanjutkan pertemuan di luar desa untuk melakukan evaluasi pelaksanaan bakti sosial sekaligus menyusun rencana dan agenda kegiatan untuk tiga bulan berikutnya, sebagaimana disampaikan oleh Mujikir.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program. Melalui koordinasi rutin, paguyuban dapat meninjau pelaksanaan kegiatan sebelumnya, memperbaiki persiapan, dan merencanakan penyaluran bantuan berikutnya agar semakin terarah.
Penyaluran 10 paket sembako di Mbulurejo menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan mengandalkan keikhlasan, kebersamaan, dan semangat gotong royong, PS Paseduluran Sak Lawase berupaya menjaga tradisi berbagi sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.
Komitmen yang telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun tersebut diharapkan terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak kelompok masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki guna membantu sesama. Sebab, nilai sebuah kebaikan tidak hanya terletak pada besarnya bantuan, tetapi juga pada ketulusan dan konsistensi dalam menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Redaktur: Mawan

