WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Penggalangan dana untuk membantu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul berhasil menghimpun donasi sebesar Rp124 juta dalam konser musik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-196 Kabupaten Gunungkidul di Alun-alun Wonosari, Jumat (9/10/2026) malam. Aksi kemanusiaan yang diinisiasi Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, tersebut menjadi wujud gotong royong untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat kekeringan dan bencana hidrometeorologi.
Dana yang terkumpul akan dikelola secara akuntabel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul untuk mendukung distribusi atau dropping air bersih ke wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga merencanakan publikasi informasi penyaluran bantuan dan laporan pertanggungjawaban agar masyarakat dapat memantau pemanfaatan donasi.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan hiburan. Momentum tersebut, menurutnya, perlu dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Saatnya saweran untuk membantu warga yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan,” kata Endah di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Penggalangan donasi dilakukan di tengah kemeriahan konser musik yang berlangsung di Alun-alun Wonosari. Bupati Endah mengajak para pejabat daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kalangan pengusaha, tamu undangan, hingga masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki guna membantu warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Ajakan tersebut dikemas secara interaktif melalui kegiatan saweran di area panggung kehormatan. Para tamu yang ingin bergoyang turut diajak memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Untuk area VIP di sebelah kiri panggung, peserta yang bergabung diarahkan memberikan donasi minimal senilai satu tangki air bersih. Sementara itu, area sebelah kanan disediakan bagi tamu yang ingin berpartisipasi melalui sumbangan sukarela.
Cara tersebut mendapat sambutan positif. Sejumlah pejabat, pengusaha, dan masyarakat ikut berkontribusi sehingga penggalangan dana berkembang menjadi gerakan solidaritas bersama di tengah perayaan hari jadi Kabupaten Gunungkidul.
Pada awal sambutan, dana yang tercatat terkumpul mencapai Rp47,5 juta. Jumlah tersebut termasuk kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi Sinarmas sebesar Rp30 juta.
Penggalangan dana kemudian berlanjut dengan tambahan sumbangan dari sejumlah pihak. Mbak Muji turut memberikan donasi sebesar Rp10 juta, disusul saweran spontan dari masyarakat dan kalangan pengusaha yang hadir dalam acara tersebut.
Partisipasi berbagai pihak mendorong peningkatan jumlah donasi hingga mencapai Rp124 juta pada akhir kegiatan. Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi gotong royong masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang menghadapi dampak kemarau panjang.
Dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendukung penyediaan air bersih bagi wilayah yang membutuhkan. Melalui dukungan tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan, khususnya di kawasan yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.
Usai kegiatan, Bupati Endah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana. Ia menilai dukungan pejabat daerah, pengusaha, tamu undangan, dan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya bersama membantu warga terdampak kekeringan.
Endah juga mengapresiasi masyarakat serta petugas pengamanan dari unsur kepolisian dan TNI yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Konser berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa kerusuhan.
Bupati menjelaskan bahwa seluruh hasil penggalangan dana akan dikelola melalui BPBD Kabupaten Gunungkidul untuk mendukung program distribusi air bersih ke titik-titik yang mengalami kekeringan.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi aspek penting dalam pengelolaan dana kemanusiaan. Masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai penggunaan sumbangan yang telah diberikan, mulai dari proses penyaluran bantuan hingga pertanggungjawabannya.
Untuk mendukung transparansi tersebut, informasi mengenai penyaluran bantuan dan laporan pertanggungjawaban donasi direncanakan dapat dipantau melalui akun media sosial resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul serta media sosial Bupati Gunungkidul.
Dengan mekanisme tersebut, penggalangan dana tidak hanya diharapkan menghasilkan bantuan yang bermanfaat, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana sosial oleh pemerintah daerah.
Selain menjadi ruang penggalangan dana, konser musik dalam rangkaian HUT ke-196 Kabupaten Gunungkidul juga menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Grup musik OM Lorensa tampil menghibur pengunjung dari berbagai kalangan yang memadati area acara.
Suasana semakin semarak ketika Sekretaris Daerah (Sekda) bersama jajaran asisten Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tampil mengenakan busana bernuansa era 1970-an. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus menciptakan suasana akrab antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Pada penghujung acara, OM Lorensa menutup penampilannya dengan membawakan lagu Karmila. Pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Gunungkidul, jajaran pengamanan dari kepolisian dan TNI, panitia, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.
Kemeriahan konser tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan hiburan dapat menjadi sarana membangun kepedulian sosial apabila disertai tujuan kemanusiaan yang jelas. Antusiasme pengunjung tidak hanya menghadirkan suasana perayaan, tetapi juga mendukung upaya membantu warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Penggalangan dana sebesar Rp124 juta menjadi salah satu wujud pemanfaatan peringatan HUT ke-196 Kabupaten Gunungkidul untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Di tengah tantangan kekeringan, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat penanganan dampak bencana.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran, terutama bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Transparansi pengelolaan dana juga menjadi bagian penting agar bantuan yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan kepada para penyumbang dan masyarakat luas.
Melalui kegiatan tersebut, peringatan hari jadi Kabupaten Gunungkidul diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan juga momentum untuk menumbuhkan solidaritas, memperkuat budaya gotong royong, dan menghadirkan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan.
Rangkaian perayaan HUT ke-196 Kabupaten Gunungkidul selanjutnya akan berlanjut dengan agenda Gunungkidul Night Carnival.

Redaktur: Mawan

