
WARTA – JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Menjawab tantangan pembentukan jati diri generasi muda di tengah arus perkembangan zaman dan transformasi digital yang kian pesat, penanaman nilai-nilai agama dan moral sejak usia dini menjadi kebutuhan mendesak dan prioritas utama. Berangkat dari kesadaran tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sewon menggandeng TK Negeri Pembina Bantul untuk menyelenggarakan kegiatan manasik haji bernuansa edukatif, yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai simulasi ibadah, melainkan sebagai wahana pembinaan karakter yang menyenangkan dan mendalam bagi anak didik.
Penyuluh Agama Islam KUA Sewon sekaligus Ketua Tim Pendamping Manasik Haji, Rustam Nawawi Pelaco, menjadi penggerak utama kegiatan ini. Beliau menerapkan pendekatan khusus berupa storytelling atau penceritaan bernuansa Islami yang humanis, agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh dunia anak. Melalui metode ini, pengenalan tata cara ibadah haji diselaraskan dengan penanaman nilai-nilai luhur kehidupan, seperti kedisiplinan, kemandirian, serta menumbuhkan rasa cinta dan ketaatan kepada Allah SWT dalam suasana belajar yang hangat dan menggembirakan.
“Anak-anak tidak hanya belajar tata cara ibadah haji, tetapi juga belajar mencintai Allah dan semangat beribadah sejak kecil. Nilai agama lebih mudah dipahami melalui cerita dan pengalaman yang menyenangkan,” ungkap Rustam saat memandu jalannya kegiatan.
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Bantul, Zulianti, yang didampingi oleh Guru Pendidikan Agama Islam, Sri Harsiwi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi strategis yang terjalin dengan baik bersama KUA Sewon. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan oleh Rustam dan timnya memiliki keistimewaan tersendiri karena mampu menyentuh ranah psikologis dan emosional anak.
“Kami memberikan apresiasi atas pendampingan manasik haji oleh Rustam dan Tim yang dilakukan sangat humanis dan menyentuh dunia anak. Materi manasik tidak hanya mengenalkan tata cara ibadah haji, tetapi juga menanamkan pondasi iman, akhlak, serta pengalaman spiritual yang dikemas menyenangkan. Anak-anak diajak memahami perjalanan haji mulai dari mendarat di Jeddah hingga prosesi di Mina dan Tahallul dengan pendekatan edukatif dan penuh kasih,” jelas Zulianti.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga agama dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berkarakter mulia.








