
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Bertempat di kediaman Adi Sukismo, wilayah Cumetuk RT 22, Kedungsari, program “SIKAP BAIK” (Sinergi KUA dan PKH Humanis Agamis Inklusif) kembali membuktikan bahwa pendampingan masyarakat harus menyentuh dua sisi kehidupan: kebutuhan jasmani dan kesadaran rohani. Agenda yang digelar pada Rabu (22/04/26) ini menjadi ruang dialog penting bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah tersebut.
Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, memberikan edukasi mengenai korelasi antara kedisiplinan administratif dan kesehatan keluarga. Beliau menekankan bahwa kehadiran di Posyandu bukan sekadar menggugurkan kewajiban sebagai penerima bantuan, melainkan langkah krusial dalam menyelamatkan generasi dari ancaman gizi buruk. “Posyandu adalah benteng pertahanan pertama kita melawan stunting. Dengan memantau tinggi dan berat badan secara rutin, kita bisa mendeteksi dini risiko kesehatan anak. Ini adalah komitmen nyata bagi ibu hamil dan wali balita penerima PKH demi memastikan bantuan berkelanjutan dan, yang terpenting, memastikan anak-anak kita tumbuh optimal,” papar Eny di hadapan warga.
Melengkapi aspek kesehatan fisik, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., mengajak warga melakukan refleksi teologis melalui Surah Al-Munafiqun ayat 10. Beliau menekankan pentingnya manajemen rezeki yang berorientasi akhirat.
Musodiqin menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan peringatan bagi setiap mukmin agar tidak terjebak dalam penundaan amal. “Kematian adalah kepastian, dan sedekah adalah bekal. Al-Qur’an menggambarkan bagaimana manusia yang telah tiada memohon untuk dihidupkan kembali barang sejenak hanya untuk bersedekah. Maka, gunakanlah rezeki yang Allah titipkan hari ini untuk menjadi orang saleh sebelum kesempatan itu tertutup rapat,” pesannya dengan khidmat.
Menanggapi konsistensi kegiatan ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, memberikan pernyataan yang menegaskan posisi KUA sebagai mitra strategis kesejahteraan masyarakat. “Program SIKAP BAIK ini adalah manifestasi dari pelayanan yang inklusif. Kami tidak ingin hanya hadir dalam urusan formalitas keagamaan, tetapi juga ingin memastikan bahwa nilai-nilai agama menjadi penggerak bagi perubahan sosial yang nyata, termasuk dalam mendukung program nasional pencegahan stunting. Apresiasi setinggi-tingginya bagi para petugas lapangan yang terus bersinergi membangun masyarakat Pengasih yang sehat raganya dan mulia akhlaknya,” pungkas Rangga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran warga Cumetuk semakin meningkat, baik dalam menjaga kesehatan balita melalui Posyandu maupun dalam memperbanyak amal jariyah sebagai bekal kehidupan yang kekal.(myid)
🌐 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan












