WARTA – JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Sewon terus mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan dalam pembinaan masyarakat, khususnya di bidang ketahanan keluarga. Melalui inisiatif strategis, para Penyuluh Agama Islam KUA Sewon menghadirkan program bimbingan perkawinan mandiri dengan pendekatan privat yang eksklusif. Program ini mengusung materi inti bertajuk “Sungai Kehidupan”, yang dirancang sebagai wadah konsultasi mendalam dan pembekalan mental spiritual bagi calon pengantin maupun pasangan suami istri.
Metode yang diterapkan dalam bimbingan ini mengedepankan pendekatan humanis dan spiritual, di mana peserta diajak untuk menelusuri hakikat pernikahan bukan sekadar ikatan legalitas, melainkan sebuah perjalanan panjang yang memerlukan navigasi yang matang. Dalam sesi tersebut, peserta dipandu untuk memahami bahwa membangun rumah tangga menuntut kesiapan psikologis, kedewasaan komunikasi, serta kemampuan adaptasi untuk saling menguatkan di tengah arus dinamika kehidupan yang terus berubah.
Penyuluh Agama Islam yang juga bertindak sebagai Penanggung Jawab Program Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) KUA Sewon, Rustam Nawawi, menegaskan urgensi transformasi bimbingan perkawinan menjadi ruang edukasi yang komprehensif dan pendampingan keluarga yang berkelanjutan sejak awal pernikahan.
“Rumah tangga itu seperti sungai kehidupan. Kadang tenang, kadang deras. Karena itu pasangan perlu belajar berjalan bersama dan saling menguatkan ketika ujian datang,” ungkap Rustam Nawawi saat ditemui di sela-sela kegiatan pada Selasa (12/5/2026).
Lebih jauh, Rustam menjelaskan bahwa metafora “Sungai Kehidupan” dipilih untuk menggambarkan realitas pernikahan yang tidak selalu stagnan. Ada kalanya kondisi berjalan tenang, namun di saat lain arus kehidupan bisa menjadi deras dan penuh tantangan. Oleh karena itu, kesiapan mental dan spiritual pasangan menjadi kunci utama agar tidak terbawa arus masalah, melainkan mampu berenang bersama menuju muara kebahagiaan.
Melalui pendekatan edukatif dan humanis yang diusungnya, KUA Sewon berharap program bimbingan perkawinan ini menjadi ikhtiar nyata dalam membangun keluarga sakinah yang tidak hanya harmonis secara emosional, tetapi juga tangguh dan resilien dalam menghadapi perubahan sosial masyarakat yang kian kompleks. (Rtm)

🔶 Redaktur: Mawan

