
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Sebuah insiden kekerasan yang berujung pada kecelakaan terjadi pada Sabtu dini hari, 30 Mei 2026, sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa nahas ini berlangsung di atas Jembatan Jalan Pemuda, wilayah Padukuhan Gadungsari, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul. Perselisihan yang bermula dari hal sepele berakhir dengan salah satu pihak terlibat jatuh ke dasar sungai dan mengalami sejumlah luka fisik.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolsek Wonosari, Kompol Tri Wibawa, kronologi kejadian bermula saat kedua belah pihak, yaitu korban berinisial RA atau akrab disapa Kiki (41 tahun) warga Gadungsari, dan terduga pelaku berinisial YP (29 tahun) warga Jeruk, Kepek, sedang berada di lokasi pemancingan Tawarsari. Di sana, keduanya terlibat perdebatan yang berakar dari masalah seputar umpan yang digunakan saat memancing. Ketegangan di tempat itu memuncak hingga keduanya hampir terlibat perkelahian fisik.
“Saat terjadi perselisihan keduanya akan berkelahi,” ungkap Kompol Tri Wibawa menguraikan awal mula persoalan.
Situasi sempat mereda saat keduanya memutuskan untuk pulang bersama dengan berboncengan. Namun, api perselisihan ternyata belum padam. Sesampainya di Jembatan Jalan Pemuda, ketegangan kembali meledak. Keduanya kembali saling bersilat pendapat yang kemudian berlanjut menjadi adu pukul. Saat korban sedang duduk di bagian pembatas jembatan, terduga pelaku tiba-tiba melayangkan pukulan keras ke arah wajah korban, tepatnya di bagian mulut. Akibat kekuatan pukulan tersebut, gigi korban patah, dan keseimbangannya hilang hingga akhirnya tubuhnya terpelanting jatuh ke dasar sungai yang berada di bawah jembatan.
“Sebelum jatuh ke dasar Sungai, korban merasa dipukul oleh pelaku,” jelasnya lagi mengenai rangkaian kejadian yang menimpa korban.
Keributan yang terjadi di atas jembatan serta suara benturan dan rintihan kesakitan segera menarik perhatian warga sekitar yang masih terjaga. Beberapa warga bergegas mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba di tempat kejadian, terlihat terduga pelaku masih berdiri dan terlibat adu argumen dengan rekan lainnya, sehingga warga berinisiatif untuk turun tangan melerai agar situasi tidak semakin memanas.
Warga kemudian mendengar suara rintihan nyaring yang berasal dari dasar sungai. Menyadari ada korban yang terjatuh, warga segera mengumpulkan kekuatan dan meminta bantuan pihak lain untuk melakukan proses evakuasi. “Kala itu warga mendengar suara rintihan orang kesakitan yang berada di bawah Sungai, kemudian warga mencari bantuan untuk mengevakuasi korban yang terkapar,” tambahnya.
Setelah berhasil ditarik ke tempat aman, korban segera dibawa menuju RSUD Wonosari menggunakan mobil ambulans milik Gerakan Sosial (Ges) guna mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Hasil pemeriksaan medis awal di rumah sakit menunjukkan kondisi korban mengalami sejumlah cedera fisik. Di antaranya adalah rasa nyeri hebat pada pergelangan tangan kanan, luka lecet di bahu kanan, serta memar dan rasa sakit di bagian belakang kepala sebelah kanan. Selain itu, terdapat juga luka lecet di pelipis kanan, patah pada deretan gigi bagian atas, serta luka lecet yang terlihat jelas pada lutut kanan korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyampaikan bahwa laporan resmi terkait kejadian ini belum masuk ke meja Polsek Wonosari. Hal ini dikarenakan korban masih dalam masa pemulihan dan perawatan medis di rumah sakit. Meski demikian, pihak berwajib telah memetakan hubungan kedua pihak yang terlibat.
“Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Antara korban dan pelaku saling kenal,” pungkas Kompol Tri Wibawa menutup keterangannya.(*)









