
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Bersih Desa (rasulan) Tilas Kalurahan Winangun di Tahun 2025 berlangsung sederhana namun meriah. Terlihat masyarakat Purwodadi sangat antusias menyambut rasul, nampak tumpah ruah memadati ruas jalan disekitar balai Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul.

Proses terselenggaranya kegiatan seperti ini diadakan setiap satu tahun sekali. Seperti di tahun sebelumnya, setiap rasul berlangsung selama tiga hari, dimulai dari hari Senin (12/05/2025) ada acara ritual Ngalangi/ Bersih Sawangan Nglambor yang berlangsung di Pantai Nglambor, ada kegiatan olahraga pertandingan sepak bola dan bola voli, malam harinya ada pentas Tayub. Berlanjut di hari ke-2 yaitu hari Selasa (13/05/2025) juga ada kegiatan olahraga dan malam hari pentas seni Ketoprak. Dan di hari ke-3 atau puncak rasul yaitu hari ini Rabu (14/05/2025).

Acara puncak Rasul kali ini diawali pentas karawitan di Balai Kalurahan pada pukul 09.00 WIB dilanjutkan pawai kirab sembilan (9) gunungan dari sembilan (9) Padukuhan (Padukuhan Winangun, Duwet, Kotekan, Cepogo, Wuluh, Ngande-ande, Cakbohol, Pringsanggar, Ngandong) menempuh jarak 1 Km dari lapangan Dakbong menuju balai Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, untuk melakukan acara sakral genduri (do’a bersama), sebagai pungkasan acara nanti malam ada pagelaran pentas seni wayang kulit semalam suntuk.

Acara sakral genduri rasul tilas winangun dihadiri tamu istimewa yaitu Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul H. Chairul Agus Mantara, S.IP, MM, DPR Provinsi DIY Dimas Kur Siswanto, DPRD Gunungkidul Sigit Subarno, Panewu Tepus Subiyantoro S.IP, Forkompinkap, Lurah Purwodadi Sagiyanto S.I.P, bersama jajaran Pemerintah Kalurahan Purwodadi, tokoh budaya, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Kalurahan Purwodadi.

Dalam pidatonya Lurah Purwodadi Sagiyanto S.I.P, menyampaikan, rasa terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, DPR DIY dan Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, Jajaran Pemerintah Kapanewon Tepus, Forkompinkap telah bersedia hadir dalam acara bersih Desa Tilas Winangun.

Lurah mengatakan, bahwa moment rasul yang dilaksanakan setiap satu tahun berbasis pelestarian adat, tradisi dan budaya sebagai salah satu dasar atau pondasi semangat kebersamaan, gotong royong sehingga keberlangsungan adat, tradisi, dan budaya tetap melekat pada masarakat dan lestari budaya adiluhung.

“Monggo sedoyo mawon (mari kita semua) tetap melestarikan adat, tradisi dan budaya secara terus menerus sebagai puncaknya disetiap tahun bisa kita buktikan bersama dengan adanya moment rasulan. Tradisi rasul merupakan bukti sejarah, identitas, dan jati diri masyarakat Purwodadi yang di mana mengedepankan semangat gotong royong, nyawiji, golong giling. Maka dengan ini, mari terus kita lestarikan tradisi budaya dari nenek moyang, kita nguri-uri secara beradab yang berarti santun berbudaya, mengikuti tata krama serta memiliki etika yang baik dalam bersosial dan bermasyarakat,” jelasnya.

Disampaikan pula bahwa Purwodadi memiliki banyak potensi, selain potensi wisata dan budayanya, terutama di bidang seni karawitan, rumah seni dan pelaku kesenian (karawitan) secara administrasi sudah berlegalitas.

“Maka dengan ini kami sangat berharap semoga Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul untuk mendampingi kami, membina, membimbing kami untuk lebih maju kedepannya,” imbuhnya.

Dimas Kur Siswanto selaku DPR Provinsi DIY, menyampaikan bahwa Purwodadi memang memiliki potensi yang sangat luar biasa seperti yang disampaikan Lurah terkait adat, tradisi dan budayanya, sehingga hanya pelunya manajemen yang baik,

“Dari potensi yang ada di Purwodadi melalui dari pelaku seni, pelaku budaya perlu di manajemen dengan baik dari kantong budaya menuju Desa Rintisan Budaya berlanjut jenjang berikutnya. Ini semua harus melalui proses. Harapan kedepan Kalurahan Purwodadi bisa menjadi percontohan Desa wisata dan budaya, kontong – budaya bisa dipun kembangaken, ” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyapa dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Purwodadi bahwa kegiatan Bersih Desa / rasulan sangat nyawiji, masyarakatnya kompak.
“Sugeng siang Bapak dan ibu, Alhamdulillah puji syukur pada siang hari ini kita bisa bertemu dengan keadaan sehat, mugi sedoyo masyarakat Purwodadi dipun paringi kelancaran, rezeki lancar, panen kedepannya berkah barokah berlimpah, Aamin,” dijawab oleh masyarakat dengan kompak.

Selain itu ia menggali informasi dari anggota DPRD Sigit Subarno bahwa kegiatan rasul tilas winangun banyak kegiatannya dari pagelaran seni, olah raga, adat dan budayanya sangat berpotensi .

“Purwodadi sangat berpotensi, dari kemarin saya monitor melalui Pak Dewan Sigit Subarno bahwa Purwodadi banyak kegiatannya, apalagi barusan kita menyaksikan bersama pidato Pak Lurah sangat memukau, luar biasa sekali, mirip figur Dinas Kebudayaan ketika menyampaikan paparannya dengan tata bahasa jawa tadi bagus dan detail, penjiwaan seni dan karakter sangat luar biasa. Pokoke Purwodadi sangat luar biasa, ” ucap Bupati.

Disampaikan lebih lanjut, sudah kita saksikan bersama Purwodadi sangat kompleks potensinya, semuanya ada disini. Ia juga menyampaikan pesan kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul untuk memberikan pendampingan supaya tahun depan predikat Rintisan Budaya bisa dimiliki.

“Wes to, iseh kurang opo, semuanya potensinya sudah ada, monggo Pak Agus Mantara kedepan memberikan pendampingan dan supaya predikat Rintisan Budaya bisa diraih di Purwodadi,” tuturnya.

Ia berpesan, “Mari Purwodadi dikelola dengan baik, semua dipersiapkan, kekurangannya segera dilengkapi. Intinya jalin komunikasi yang baik dan tetap berusaha supaya Purwodadi lebih baik dan maju, Salam Budaya,, Purwodadi Maju,,.” tutupnya.

Selepas sambutan dari Bupati Gunungkidul, dilanjutkan acara puncak yaitu do’a bersama dan acara ramah-tamah. Bersamaan dengan mengakhiri acara masyarakat Purwodadi dengan meriah menyerbu gunungan yang berisikan hasil panen, mereka meyakini dengan merayah hasil bumi tersebut bisa untuk sarana keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa, panen jadi berlimpah, keluarga sehat dan rezeki lancar.

Reporter warta-jogja.com mengabarkan kegiatan berlangsung dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 14.45 WIB, acara berlangsung lancar.









