GUNUNGKIDUL, DIY, WARTA-JOGJA.COM – KMM PDM Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kajian rutin yang diikuti jemaah Masjid Al-Ikhlas dan Al-Hidayah pada Kamis malam Jumat, 17 September 2026, berlangsung setelah shalat Maghrib hingga menjelang shalat Isya. Ustadz Suparjiono dipercaya menjadi pembicara utama yang mengangkat kisah teladan dari hadits Shahih Bukhari dan Muslim, mengingatkan bahwa ibadah yang rajin saja tidak menjamin kebahagiaan akhirat tanpa disertai akhlak mulia kepada seluruh makhluk, termasuk hewan.
Pembicara mengutip riwayat yang masyhur: seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena mengurung seekor kucing hingga mati – tidak memberinya makan maupun minum, dan tidak pula melepaskannya agar dapat mencari makan sendiri di bumi. Kisah ini dijadikan landasan untuk menegaskan bahwa ketaatan kepada Tuhan harus sejalan dengan kasih sayang terhadap makhluk yang lemah.
Ibadah Rajin Belum Cukup Tanpa Akhlak Kepada Sesama
Ustadz Suparjiono menegaskan pesan pertama dan paling mendasar: kesungguhan beribadah saja tidak cukup untuk meraih ridha Allah. Perlakuan adil dan penuh kasih terhadap makhluk lain, termasuk hewan, merupakan bagian tak terpisahkan dari kesempurnaan iman. Mengabaikan hak makhluk yang lemah justru menunjukkan rapuhnya keimanan yang dibangun.

Jangan Meremehkan Hal-Hal Kecil
Kajian ini juga mengingatkan bahwa baik maupun buruknya perjalanan hidup seseorang sering kali ditentukan oleh hal-hal yang tampak sederhana. Mengurung seekor hewan tanpa memberi makan mungkin terlihat sepele, namun menimbulkan dosa yang berat. Sebaliknya, memberi minum seekor hewan yang haus dapat menjadi jalan menuju surga. Keduanya bermula dari kesadaran kecil untuk tidak menyakiti makhluk lain.
Memelihara Berarti Menjamin Kesejahteraan
Pembicara mempertegas kewajiban bagi siapa saja yang memelihara hewan: memberi makan, minum, serta merawatnya dengan layak adalah kewajiban mutlak. Jika seseorang merasa tidak mampu lagi merawat hewan tersebut, maka langkah yang benar adalah melepaskannya atau menyerahkan kepada pihak yang mampu merawat, bukan membiarkannya menderita kelaparan atau kesusahan.
Semangat Berbagi Kasih Sayang kepada Seluruh Makhluk
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Para jemaah menyimak dengan saksama setiap penjelasan, menyadari bahwa akhlak mulia sesungguhnya mencakup hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, maupun terhadap makhluk hidup lainnya. Pesan ini diharapkan bukan sekadar diketahui, melainkan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari: memperlakukan setiap makhluk dengan hormat, tidak menyia-nyiakan pemberian Allah, dan senantiasa menebar kasih sayang.

Redaktur: Mawan

