
WARTA – JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kabupaten Bantul mengambil langkah inovatif dan strategis dengan menggelar pelatihan pembuatan konten podcast digital. Kegiatan yang berlangsung di Joglo Mbah Kranggan, Kecamatan Sanden, Bantul, DIY, ini dihadiri oleh para penyuluh agama yang berasal dari 17 Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Inisiatif ini menjadi wujud nyata upaya penguatan metode dakwah agar senantiasa adaptif, kreatif, dan relevan, serta mampu menembus batas ruang dan waktu dalam menjangkau masyarakat luas melalui ranah media digital.
Langkah transformasi dakwah ini mendapatkan apresiasi tinggi dari kalangan penyuluh. Wakil Sekretaris Pokjaluh Kabupaten Bantul yang juga menjabat selaku Koordinator Podcast KUA Sewon Menyapa, Rustam, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini membuka wawasan baru mengenai cara penyampaian pesan keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, dakwah tidak lagi terbatas pada tatap muka atau mimbar semata, melainkan harus hadir menyesuaikan dengan pola hidup masyarakat yang kini banyak beralih ke dunia maya.
“Harapannya, melalui pelatihan podcast digital ini, wawasan kami semakin bertambah dan terbuka pemahaman bahwa dakwah tidak hanya dilakukan secara langsung sebagaimana yang selama ini kami lakukan melalui program Podcast KUA Sewon Menyapa. Lebih dari itu, materi dakwah juga harus mampu hadir, tumbuh, dan berkembang secara signifikan di ruang digital agar dapat dinikmati oleh lebih banyak kalangan,” ungkap Rustam dalam keterangannya kepada redaksi pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Sementara itu, Ketua Pokjaluh Kabupaten Bantul, Nuraeni, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian integral dari program prioritas peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia para penyuluh agama Islam di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi keahlian wajib guna menjaga eksistensi dakwah di tengah arus modernisasi.
Lebih jauh, Nuraeni mengumumkan rencana konkret tindak lanjut dari kegiatan ini. Sebagai bentuk implementasi nyata hasil pelatihan, sebuah wadah dakwah kreatif berbasis teknologi bernama Podcast Bening Digital dijadwalkan akan mulai beroperasi secara resmi pada bulan mendatang.
“Media ini kami persiapkan sebagai sarana dakwah kreatif yang berbasis teknologi, sepenuhnya disesuaikan dengan dinamika dan perkembangan zaman, namun tetap kokoh berpijak pada nilai-nilai keagamaan yang mendalam, menyejukkan hati, serta meneduhkan masyarakat,” tegas Nuraeni.
Ia menegaskan bahwa modernisasi cara penyampaian tidak akan mengubah esensi dan nilai ajaran yang disampaikan. Langkah ini menandai babak baru penyebaran nilai-nilai agama di Bantul, di mana penyuluh agama tidak hanya hadir di tempat ibadah, tetapi juga hadir di gawai dan perangkat digital masyarakat, menjadikan pesan-pesan kebaikan semakin mudah diakses, dekat, dan bermanfaat bagi kemajuan bersama. (Rtm)

🌐 Redaktur: Mawan








