
Sekretaris UGM, Andi Sandi (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirimkan tim kesehatan dan psikologi untuk membantu warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh serta beberapa wilayah di Sumatra. Langkah ini merupakan bentuk respons cepat UGM dalam mendukung pemulihan pascabencana.
Sekretaris UGM, Andi Sandi, mengatakan bahwa sejak awal pekan lalu, pihak universitas telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
“Tim kesehatan dan psikologi sudah menuju ke lokasi. Saat ini mereka sedang berkoordinasi untuk melakukan tindakan-tindakan maupun respon cepat di sana,” ujar Sandi saat ditemui di UGM, Kamis 4 Desember 2025.
Menurutnya, pengiriman tim ini merupakan dukungan langsung UGM kepada pemerintah, terutama dalam proses rehabilitasi dan upaya pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
“UGM menyiapkan mitigasi dari sisi keilmuan yang kami miliki. Itu bagian dari kontribusi kami dalam penanganan bencana,” katanya.
UGM juga melakukan pendataan terhadap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang terdampak bencana. Proses pendataan ini melibatkan fakultas, sekolah, dan perwakilan mahasiswa di setiap unit.
“Kami akan menyiapkan bantuan berupa bahan pokok, meskipun tidak besar karena dihimpun dari donasi mitra, sivitas, dan alumni,” jelas Sandi.
Sandi juga menyebut sebagian mahasiswa sempat kesulitan menghubungi keluarga di wilayah terdampak, namun mayoritas kini sudah dapat dihubungi. UGM juga membuka kemungkinan pemberian keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak.
Saat ini, menurutnya sambil proses verifikasi data mahasiswa asal Sumatera dan Aceh itu masih berlangsung.
“Kita lihat per case karena tidak mungkin disamakan. Ada juga mahasiswa UKT nol yang terdampak. Semua masih kami kompilasi di tingkat fakultas,” jelas Sandi.
Prioritas utama, menurut Sandi, adalah memastikan mahasiswa tetap dapat mengikuti perkuliahan dan ujian akhir semester yang akan segera berlangsung. Terkait pengiriman mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke wilayah terdampak, pihak UGM masih melakukan kajian.
“Tim darurat sudah berangkat, tetapi untuk KKN masih kita kaji karena kondisi akses di lokasi dan banyak institusi negara sudah berada di sana. Jangan sampai keberadaan kita justru menambah beban,” ungkapnya.
Kendati demikian, UGM terus berkoordinasi dengan pemerintah dan BRIN. Sandi menambahkan bahwa Presiden telah menunjuk Prof. Pratikno sebagai koordinator bencana Sumatra, sehingga seluruh langkah UGM disinergikan dengan pemerintah pusat.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, tetapi kami yakin mahasiswa kami bisa bertahan dan menyelesaikan studi. Tugas kami adalah membantu mereka mencapai cita-cita,” pungkas Sandi.

🔶 PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








