Ribuan Lansia Ikuti Jalan Nordik Akbar Indonesia 2026, Bersatu di Candi Prambanan: Langkah Selaras Satukan Nusantara (Cut/warta-jogja.com)
WARTA-JOGJA.COM, KLATEN, JATENG – Semangat persatuan dan napas kebugaran menyelimuti Plataran Candi Sewu, Komplek Candi Prambanan, Minggu pagi (27/9/2026). Lebih dari 3.000 anggota Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) dari Sabang hingga Merauke berkumpul di lokasi bersejarah ini, merayakan puncak acara Jalan Nordik Akbar Indonesia (JNAI) 2026 dengan tema “Langkah Selaras Satukan Nusantara”.
Ajang nasional ini diamanahkan kepada Badan Pimpinan Daerah (BPD) KJNI Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tuan rumah. Hadir perwakilan Badan Pimpinan Pusat, BPD Jawa Timur, Jawa Tengah, Jabodetabek, DIY, serta 38 Badan Pimpinan Cabang dari seluruh penjuru negeri. Candi-candi peninggalan leluhur pun menjadi saksi bisu kebersamaan lintas pulau dan lintas generasi.
“Melalui langkah yang selaras, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga mempererat persaudaraan lintas daerah. Inilah makna sesungguhnya dari tema yang kita angkat,” ujar Ketua BPD KJNI DIY, Lukman Kudonarpodo, di sela acara.
Mengelilingi Jejak Sejarah, Usia Bukan Penghalang
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari bukan sekadar olahraga. Ia sekaligus mewujudkan visi KJNI: meningkatkan kebugaran, memperluas persahabatan, serta mendekatkan masyarakat pada kekayaan budaya dan sejarah bangsa.
Mayoritas peserta berusia di atas 60 tahun, melangkah beriringan menyusuri jalur sarat makna. Rute membelah Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Prambanan, hingga kembali ke titik awal di Candi Sewu.
Ketua Panitia JNAI 2026, Rakhmat Nugroho, menjelaskan pembagian kategori agar semua dapat berpartisipasi: Lomba beregu: 3,6 km, kecepatan 4,5 km/jam, Lomba perorangan: kecepatan 5 km/jam, Jalan santai non-lomba: pilihan jarak 3,6 km, 2 km, hingga 1 km.
Suasana makin hidup dengan irama kesenian campursari, alunan angklung gabungan komunitas DIY dan Madhu Svara KJNI DIY, serta pameran produk UMKM. KJNI juga menyerahkan bantuan program Bedah Rumah yang diprogramkan Pemerintah Kota Yogyakarta, bukti kepedulian yang melampaui langkah kaki.
Serta kehadiran GKBRAA Pukualam X selaku pengayom Komunitas Angklung Kembang Setaman ditengah peserta menambah semangat para pejalan kaki nordik ini.
Silaturahmi Lebih Dulu, Langkah Bersama Kemudian
Kebersamaan sudah dimulai sejak Sabtu (26/9/2026), digelar Malam Apresiasi di Narasena Co-Living Hotel, Sleman. Acara ini menjadi jembatan silaturahmi sekaligus pemberian penghargaan bagi seluruh pengurus, guna menguatkan ikatan kekeluargaan sebelum melangkah bersama.
Diketahui, KJNI berdiri resmi sejak 23 April 2019 di Jakarta, setelah dirintis sejak Juli 2017. Kini, komunitas ini menyatukan ribuan warga lanjut usia di Indonesia dengan semangat hidup sehat, berkeluarga, dan berbudaya.
“Kami berharap langkah kaki ini menjadi inspirasi. Usia hanyalah angka. Semangat berbagi dan bersatu tak pernah berhenti,” tutup Lukman. (cut)


