WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Puluhan pengelola Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dari 13 Padukuhan se-Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas dan Kualitas Jurnalisme yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Petir di Balai Kalurahan Petir, Senin, 28 September 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan penyampaian informasi publik serta kualitas konten yang disebarkan kepada masyarakat.
Bimtek dihadiri langsung oleh Lurah Kalurahan Petir, Sarju, S.I.P., pamong kalurahan, serta seluruh administrator KIM yang mewakili wilayah-wilayah di lingkungan Kalurahan Petir. Narasumber hadir dari jajaran pengurus Forum Komunikasi (FK) KIM Gunungkidul, yaitu Widi Arbani dan Esy Suharto, S.H., M.Si.
Sambutan Lurah: Tetap Produktif Meski Keterbatasan Anggaran
Dalam sambutannya, Lurah Kalurahan Petir, Sarju, S.I.P., menyampaikan keterbukaan terkait dukungan anggaran di tahun 2026. Pemerintah Kalurahan belum dapat memberikan perhatian finansial yang optimal kepada KIM akibat efisiensi Alokasi Dana Desa (ADD), namun beliau berharap keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat penyebaran informasi yang bermanfaat bagi warga.
“Saya berharap hal ini tidak menjadikan KIM kurang produktif dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat,” ujar Sarju.
Widi Arbani: Gali Kekayaan Budaya Jadi Sumber Berita
Ketua FK KIM Gunungkidul, Widi Arbani, memaparkan materi pengelolaan konten dan praktik jurnalisme warga yang efektif. Ia menegaskan bahwa KIM Petir tidak akan kekurangan bahan berita karena Kalurahan Petir telah ditetapkan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya – hal ini membuka luas ragam peristiwa, tradisi, dan kekayaan budaya yang dapat diangkat menjadi informasi menarik.
Peran KIM sebagai jembatan informasi dijabarkan menjadi empat tahapan kerja:
1. Pencarian fakta – mengumpulkan data dan peristiwa secara akurat;
2. Pengelolaan cerita – menyusun narasi yang utuh, jelas, dan bermanfaat;
3. Pengemasan visual – menyajikan konten dengan daya tarik yang mudah dipahami;
4. Pendistribusian – menyebarkan informasi melalui media sosial, khususnya Instagram, agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kalian adalah kreator yang bekerja menggali fakta hingga menyebarkan informasi tersebut,” tegas Widi Arbani.

Esy Suharto: Bangkitkan Semangat Kembali, Perkuat Jaringan KIM
Narasumber kedua, Esy Suharto, S.H., M.Si., menyoroti dinamika perkembangan KIM di Gunungkidul yang mengalami pasang surut – ada yang tetap aktif, namun ada pula yang belum berjalan sebagaimana diharapkan. Sejak pembaruan kepengurusan FK KIM Gunungkidul tahun 2025, berbagai upaya pendampingan dan pelatihan seperti ini digalakkan untuk membangkitkan kembali semangat para pengelola KIM.
“Kami akan terus mendorong dan mendukung melalui bimtek serta peningkatan kapasitas bagi admin KIM,” ujar Esy Suharto. Penguatan kapasitas ini diharapkan menjadikan KIM sebagai mitra strategis pemerintah kalurahan dalam menyebarkan informasi yang benar, cepat, dan terpercaya.
Komitmen Melayani Lewat Informasi Berkualitas
Bimtek berakhir dengan kesepakatan seluruh peserta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh, mulai dari pencarian berita, penulisan, hingga penyebaran konten yang menarik. Keterbatasan anggaran dijadikan pemacu semangat untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan kekayaan budaya dan kegiatan lokal sebagai sumber berita yang tak akan habis digali.

Redaktur: Mawan

