
WARTA-JOGJA.COM || SLEMAN, DIY – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis pemantauan terbaru per Rabu (19/8/2026) yang menjadi acuan kondisi Gunung Merapi pada Kamis (20/8/2026). Hingga saat ini, status aktivitas gunung api tersebut tetap berada pada Level III (Siaga), dengan catatan guguran lava pijar yang menjangkau jarak maksimum hingga 2.000 meter dari bibir kawah. Pemantauan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat di seluruh wilayah lereng Merapi untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
Data Seismik dan Visual
Berdasarkan rekaman 24 jam terakhir, teramati asap kawah berwarna putih tipis membumbung setinggi 300 meter. Kondisi cuaca berfluktuasi antara cerah dan mendung dengan suhu berkisar 16,4 hingga 23,9 °C. Secara seismik tercatat:
– 94 kali gempa guguran
– 63 kali gempa hybrid/fase banyak
– 8 kali guguran lava pijar ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak
Pergerakan material tersebut menandakan suplai magma baru masih terus berlangsung dan memicu pergeseran material di tubuh gunung.
Zona Potensi Bahaya
Otoritas mengingatkan potensi bahaya awan panas dan guguran lava dapat terjadi sewaktu-waktu, dengan jangkauan:
– Sektor Selatan–Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km)
– Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km)
Selain itu, dengan cuaca yang kerap mendung, potensi lahar hujan di alur-alur sungai berhulu Merapi juga perlu diwaspadai, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan puncak.
Imbauan Kepada Masyarakat
Masyarakat di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, hingga Klaten diminta untuk benar-benar mengosongkan zona bahaya dan tidak melakukan aktivitas apa pun di radius yang telah ditetapkan. Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap arahan resmi menjadi kunci utama keselamatan bersama.
Sumber: BPPTKG









