WARTA-JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), kembali mendatangi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Kamis 22 Oktober 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan memperingati HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dalam kesempatan tersebut, Titiek mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali menyapa nelayan di Poncosari untuk ketiga kalinya sejak groundbreaking hingga kawasan pesisir tersebut resmi dibangun.
“Senang sekali hari ini saya bisa hadir lagi di Poncosari ini, yang sudah ketiga kali. Dulu dari waktu dimulai groundbreaking, terus datang sama Pak Menteri, terus sekarang datang lagi. Pendapatannya meningkat enggak? Alhamdulillah meningkat,” ujar Titiek.
Titiek juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan KKP atas perhatian yang diberikan kepada para nelayan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia berharap berbagai program penunjang terus diperkuat dan diperluas ke kawasan pesisir lainnya.
“Terima kasih kepada Pak Presiden yang sudah memperhatikan para nelayan-nelayan kita, terutama nelayan DIY yang merupakan konstituen saya. Sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, saya akan terus mendorong agar program dan kebijakan pemerintah di sektor kelautan dan perikanan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga, kegiatan di Poncosari tersebut juga diisi dengan penanaman pohon cemara laut dan ketapang, aksi bersih pantai, hingga khitanan massal. Titiek pun berpesan agar bantuan dan aksi lingkungan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial semata.
“Pantai harus terus dijaga kebersihannya dan tanaman yang sudah ditanam perlu dirawat agar tumbuh dengan baik. Kita juga perlu mendukung program-program Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” ucap Titiek.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, menambahkan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis instruksi Presiden untuk melakukan transformasi pembangunan di wilayah pesisir.
“Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan salah satu program strategis dari Bapak Presiden untuk bagaimana melakukan transformasi pembangunan khususnya di kawasan pesisir supaya masyarakat nelayannya lebih produktif, lebih sejahtera, dan hasil mutu ikannya menjadi lebih baik lagi,” jelas Andy.
Andy juga menegaskan, intervensi yang dilakukan KKP tidak hanya sekadar membangun fisik atau menempatkan bangunan, melainkan merombak tata kerja dan budaya nelayan, seperti penggunaan es serut (slurry ice) hingga pemanfaatan gudang beku portabel (portable cold storage).
“Tujuannya kita mau bentuk satu ekosistem ekonomi yang menguntungkan dan mempermudah bagi para nelayan. Ini adalah hal yang belum pernah dilakukan selama 80 tahun Indonesia merdeka sebagai negara kepulauan,” jelasnya.
Untuk wilayah DIY, KKP mencatat telah ada satu lokasi KNMP di Poncosari pada tahun 2025. Menurutnya jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi tujuh lokasi pada tahun 2026 yang tersebar di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Gunungkidul dan Bantul.
Secara nasional, KKP menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih. Sebanyak 1.369 titik diproyeksikan siap beroperasi penuh pada awal tahun 2027 mendatang.
“Di Poncosari ini adalah contoh model yang sebenarnya semuanya sudah hadir atau sudah ada terkait dengan fasilitas yang ada. Pengelolaannya nanti lewat koperasi agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa dan nelayan bisa naik kelas,” pungkas Andy.

Redaktur: Mawan

