WARTA-JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Upaya pencegahan stunting di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, dilakukan sejak masa pranikah melalui edukasi kesehatan reproduksi dan persiapan kehamilan sehat. KUA Sewon bersama Puskesmas Sewon I dan Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan pembinaan kepada 23 pasangan atau 46 calon pengantin di Balai Nikah KUA Sewon, Selasa (20/10/2026).
Kepala KUA Sewon, Armen Siregar, menegaskan bahwa pembinaan calon pengantin merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.
“Keluarga sakinah tidak hanya butuh ilmu agama, tapi juga kesiapan fisik dan kesehatan. Ini ikhtiar mencetak generasi unggul bebas stunting,” ujarnya.
Koordinator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) KUA Sewon, Rustam, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang secara menyeluruh untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga.
Pembinaan menghadirkan tiga materi utama, yakni Mempersiapkan Perkawinan Kokoh Menuju Keluarga Sakinah oleh Imam Bukhari, Persiapan dan Perencanaan Kehamilan Sehat oleh dr. Endang Fitriyani dari Puskesmas Sewon I, serta Mengelola Dinamika Keluarga oleh Khoeru Rozak.
Ketua Program Studi BKI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Anggai Jadmiko, yang hadir bersama mahasiswa praktik pengalaman lapangan (PPL) BKI, berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan bekal yang komprehensif bagi calon pengantin. Keterampilan komunikasi dalam keluarga menjadi salah satu aspek penting untuk mempersiapkan pasangan menghadapi kehidupan rumah tangga.
Melalui sinergi lintas sektor ini, KUA Sewon dan Puskesmas Sewon I berkomitmen memperkuat upaya pencegahan stunting sejak perencanaan kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Langkah tersebut diharapkan mendukung terwujudnya keluarga berkualitas serta generasi yang sehat dan bebas stunting.

Redaktur: Mawan

