WARTA-JOGJAML.COM, KULON PROGO, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih berkolaborasi dengan Pemerintah Kalurahan Sidomulyo dan masyarakat setempat menggelar Shalat Istisqa (shalat meminta hujan) secara berjamaah pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ibadah yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di halaman Masjid Al-Muttaqin, Padukuhan Secang, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih.
Pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut dihadiri langsung oleh Tim KUA Pengasih, Panewu Pengasih Sunarya, M.M., jajaran Polsek Pengasih, Lurah Sidomulyo Suprijanto, S.P., tokoh agama, serta puluhan warga masyarakat sekitar yang tampak khusyuk memanjatkan doa.
Bertindak sebagai Imam Shalat Istisqa yakni Kyai Abdullah Salam, sementara khotbah disampaikan oleh Kyai M. Nur Charir yang mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, mawas diri, serta mendekatkan diri kepada Allah taala.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual bersama dalam menghadapi kemarau panjang yang mulai berdampak pada kehidupan masyarakat.
“Shalat Istisqa ini adalah wujud kerendahan hati kita sebagai hamba di hadapan Allah taala. Selain upaya-upaya lahiriah yang telah dilakukan, ikhtiar batiniah melalui doa dan shalat berjamaah ini sangat krusial. Kita memohon agar Allah taala berkenan menurunkan hujan yang membawa berkah, rahmat, serta kemanfaatan bagi seluruh warga, khususnya di wilayah Pengasih,” ujar Rangga di lokasi kegiatan.
Lurah Sidomulyo, Suprijanto, S.P., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KUA Pengasih atas inisiasi dan fasilitasi penyelenggaraan Shalat Istisqa bersama warga tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada KUA Pengasih yang telah menginisiasi kegiatan mulia ini. Kehadiran KUA di tengah-tengah masyarakat dalam momentum seperti ini sangat menyejukkan. Semoga doa dan permohonan bersama yang kita panjatkan hari ini dikabulkan oleh Allah taala sehingga musibah kekeringan segera teratasi,” tutur Suprijanto.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan masyarakat di Kapanewon Pengasih diharapkan terus terjalin erat, tidak hanya dalam urusan keagamaan tetapi juga dalam menyikapi berbagai tantangan sosial dan kemasyarakatan.(myid)
Penulis
Redaktur: Mawan

