WARTA-JOGJA.COM || KULON PROGO, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih bersama Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Puskesmas Pengasih 2 menggelar pembinaan terpadu dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga di Desa Tawangsari, Kapanewon Pengasih, pada Senin (24/08/2026). Dalam kegiatan bertajuk Pusaka Sakinah tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih secara tegas menegaskan bahaya judi online dengan penekanan bahwa hukumnya tetap haram baik menang maupun kalah, guna membentengi masyarakat dari kerusakan ekonomi dan moral keluarga.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., menyampaikan materi bahwa judi online merupakan ancaman nyata yang berdampak sistematis merusak sendi kehidupan berkeluarga.
“Judi online adalah ancaman nyata yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan. Dampaknya sangat sistematis: merusak perekonomian keluarga, memicu konflik hingga keretakan rumah tangga, serta merusak mental dan moral pelakunya. Tidak ada keberkahan di dalamnya, baik menang maupun kalah hukumnya tetap haram,” tegas Munawir di hadapan para kader yang berkumpul di Balai Desa Tawangsari.

Selain pembinaan keagamaan dan moral, kegiatan ini juga menjadi wadah penyebaran pembaruan kebijakan program KB dan pemantauan kesehatan masyarakat. PLKB Tawangsari, Sumiati, S.E., menyampaikan berbagai pembaruan kebijakan terbaru dari BKKBN Pusat agar kader dapat menyampaikannya secara tepat sasaran kepada masyarakat demi terwujudnya keluarga yang berkualitas dan sejahtera.
Perwakilan Puskesmas Pengasih 2, Kunti Sholihatun, A.Md.Keb., menekankan peran aktif kader dalam memantau kesehatan ibu dan anak melalui pelaporan berkala data Pasangan Usia Subur, Ibu Menyusui, serta kondisi bayi guna memungkinkan penanganan dini apabila ditemukan kelainan atau hambatan tumbuh kembang anak.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., mengapresiasi sinergi yang terjalin. Menurutnya, edukasi bahaya judi online yang disampaikan melalui kader KB selaku ujung tombak pelayanan masyarakat menjadi ikhtiar penting membentengi keluarga dari kehancuran ekonomi dan moral, yang apabila dipadukan dengan edukasi kesehatan dan program KB akan mewujudkan masyarakat Pengasih yang sehat, sejahtera, dan bertaqwa.
Kegiatan ditutup dengan terbentuknya komitmen bersama para Kader KB Tawangsari untuk aktif menyebarluaskan edukasi kepada warga di lingkungan masing-masing.
Penulis
Redaktur: Mawan

