WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karang Asem menggelar kajian rutin Ahad pagi di Masjid Al-Masjidul Qodimah, Karang Asem B, Minggu (18/10/2026). Menghadirkan KH Busrowi Amin sebagai penceramah, kajian ini membahas perlindungan hak anak yatim serta keteladanan istri-istri Rasulullah SAW dalam mengamalkan kesabaran, keikhlasan, keteguhan prinsip, dan kesetiaan. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan ajakan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Dalam ceramahnya, KH Busrowi Amin mengingatkan pentingnya menghormati dan memenuhi hak anak yatim. Ia menegaskan bahwa kondisi mereka yang rentan tidak boleh dimanfaatkan untuk merugikan harta maupun mengabaikan hak-haknya. Setiap orang berkewajiban memperlakukan anak yatim secara adil dan menjaga kehormatannya.
Materi kemudian mengangkat kisah Siti Saudah binti Zam’ah, yang menjadi teladan kesabaran dan keikhlasan. Kesediaannya memberikan giliran hari kepada Siti Aisyah menggambarkan kebesaran hati dan pengorbanan dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW.
Penceramah juga menguraikan keteguhan Siti Hafshah binti Umar bin Khattab dalam menjaga prinsip dan kehormatan diri. Kisahnya mengandung pesan tentang pentingnya pendidikan karakter, keberanian mempertahankan kebenaran, serta peran keluarga dalam membentuk kepribadian.
Sementara itu, Siti Khadijah binti Khuwailid menjadi teladan kesetiaan dan dukungan terhadap perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Ketika Nabi menerima wahyu pertama dan menghadapi tantangan dakwah di Makkah, Siti Khadijah hadir memberikan ketenangan, dukungan moral, serta pengorbanan harta. Keteladanannya menunjukkan pentingnya kepercayaan dan dukungan tulus dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Menutup kegiatan, Ketua Takmir Masjid Al-Masjidul Qodimah, Wahyudi, mengajak jamaah untuk terus mengikuti kajian rutin Ahad pagi.
“Saya mengajak seluruh jamaah, teristimewa anggota PCM dan PRM, untuk senantiasa menghadiri kajian rutin Ahad pagi ini. Semoga dengan kehadiran kita, ukhuwah sesama kita semakin erat dan jamaah kita semakin ramai dan berkah.”
Melalui kegiatan ini, PCM dan PRM Karang Asem diharapkan terus memperkuat tradisi menuntut ilmu, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membangun kebersamaan jamaah. Kisah para istri Rasulullah SAW menjadi pengingat bahwa nilai keimanan perlu diwujudkan melalui keadilan, kesetiaan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

Redaktur: Mawan

