foto: Olivia Rianjani
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Dua suporter PSS Sleman yang menjadi korban kecelakaan maut di Tol Ngawi KM 616, Jawa Timur, hingga saat ini masih harus menjalani perawatan medis secara intensif di Madiun. Kedua korban dilaporkan mengalami Cedera Kepala Berat (CKB).
Dua korban luka berat tersebut yakni Anis Abdurrahman warga Margomulyo, Seyegan, Sleman, serta Adi Suwarto.
Safety dan Crowd Manager PSS Sleman, Septiyadi Pityanta, menjelaskan bahwa Anis telah menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Hermina Madiun pada Senin 19 Oktober 2026 pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara itu, Adi Suwarto masih dalam penanganan intensif di RSUD Caruban.
Septiyadi mengungkapkan, manajemen PSS bersama pihak keluarga sebenarnya berencana merujuk kedua korban ke rumah sakit di Yogyakarta. Namun, rencana rujukan tersebut terpaksa dibatalkan lantaran kapasitas sejumlah rumah sakit rujukan utama di Jogja sedang penuh.
“Ada dua korban yang masih di Caruban. Yang satu sudah dioperasi tadi sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Madiun, yang satu ada di RSUD Caruban. Keduanya cedera kepala berat. RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Akademik UGM dalam kondisi penuh. Karena itu, operasi akhirnya dilakukan di Hermina Madiun yang memiliki dokter spesialis saraf,” ujarnya, Senin 19 Oktober 2026.

Kecelakaan tragis ini menimpa minibus Toyota Hiace yang mengangkut rombongan suporter PSS Sleman menuju Surabaya. Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, minibus yang membawa total 15 penumpang tersebut diduga kuat menabrak bagian belakang truk akibat pengemudi yang mengantuk atau kurang konsentrasi.
Insiden ini mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 3 orang mengalami luka berat, dan sisanya menderita luka ringan. Untuk korban luka ringan telah diperbolehkan pulang, sedangkan pengemudi minibus saat ini tengah dimintai keterangan oleh pihak Polres Madiun.
“Semua korban luka sudah mendapatkan jaminan perawatan dari Jasa Raharja. Selain itu, Pemkab Sleman bersam kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) juga sudah menyiapkan bantuan dana santunan bagi korban meninggal dunia,” kata Septiyadi.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Ia bersama jajarannya menyempatkan diri hadir langsung dalam prosesi tahlilan di rumah duka salah satu korban.

“Turut berduka cita atas meninggalnya teman-teman suporter PSS Sleman. Mudah-mudahan almarhum diampuni segala kesalahannya dan diterima amal baiknya,” tutur Danang.
Danang menegaskan bahwa Bupati Sleman telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk terus memantau perkembangan kondisi para korban. Pemkab Sleman berkomitmen memberikan bantuan, termasuk memfasilitasi penanganan biaya perawatan tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Selama aturannya tidak melanggar dan bisa kita fasilitasi, tentu akan kita tugaskan dan support,” tandas Danang.
Diketahui, saat ini empat korban meninggal dunia dalam insiden tersebut telah berhasil dipulangkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Salah satu korban tewas adalah Iyan Fathur Ar Rizaq (15), siswa kelas X SMA Negeri 2 Yogyakarta, yang jenazahnya telah dimakamkan di TPU Sasana Laya Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman pada Senin 19 Oktober 2026 siang.

Redaktur: Mawan

