WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Seorang pekerja bernama Fitriyono (42), warga Padukuhan Namberan, RT 04/RW 04, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, meninggal dunia setelah tertimpa batang kayu jati berukuran besar saat bekerja di Alas Kambil Legi, Padukuhan Kanigoro, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Korban mengalami cedera parah pada bagian kepala dan dinyatakan telah mengalami henti napas sebelum tiba di rumah sakit.
Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban bersama empat rekan kerjanya berupaya mengangkat batang kayu jati dengan diameter sekitar 1,5 meter dan panjang mencapai 4,5 meter. Diduga, para pekerja tidak lagi mampu menahan beban kayu yang sangat berat setelah mengalami kelelahan, sehingga batang kayu tersebut roboh dan menimpa kepala korban.
Kapolsek Saptosari, AKP Sigit Teja Sukmana, menjelaskan bahwa kecelakaan kerja itu bermula saat lima pekerja berusaha mengangkat batang kayu jati berukuran besar. Dalam proses pengangkatan, para pekerja membagi posisi untuk menahan beban kayu dari kedua sisi.
Tiga orang pekerja berada di sisi kanan batang kayu, sedangkan Fitriyono seorang diri bertugas menahan beban di sisi kiri. Mereka berupaya mengangkat batang kayu hingga dapat didirikan dalam posisi tegak lurus.
Namun, sebelum posisi tersebut berhasil dicapai, para pekerja diduga mengalami kelelahan dan kesulitan menahan beban kayu. Batang kayu jati itu kemudian kehilangan keseimbangan, roboh, dan menghantam bagian kepala Fitriyono.
Besarnya ukuran dan berat batang kayu membuat korban tidak mampu menghindari benturan. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban mengalami cedera serius dan memerlukan penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUD Saptosari, Fitriyono mengalami luka pada bagian belakang kepala, disertai perdarahan dari hidung dan telinga kanan. Korban dilaporkan telah mengalami henti napas sebelum tiba di rumah sakit.
Laporan resmi mengenai kejadian tersebut diterima pihak kepolisian pada pukul 10.08 WIB, atau sekitar 28 menit setelah waktu kejadian yang dilaporkan.
Setelah peristiwa itu, korban dibawa ke RSUD Saptosari untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini ditulis, jenazah korban masih berada di rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Kecelakaan tersebut menjadi peristiwa tragis dalam aktivitas pengangkatan material berat yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja. Pengangkatan batang kayu berukuran besar membutuhkan perhitungan beban, pembagian tugas yang tepat, serta metode kerja yang mampu mencegah material kehilangan keseimbangan.
Kapolsek Saptosari, AKP Sigit Teja Sukmana, mengingatkan masyarakat agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting mengenai keselamatan kerja, terutama dalam kegiatan pemindahan dan pengangkatan material berat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya mengutamakan keselamatan kerja, khususnya saat memindahkan atau mengangkat material berat yang berisiko membahayakan keselamatan jiwa,” ujar AKP Sigit Teja Sukmana.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pekerja lapangan, agar senantiasa memperhatikan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap aktivitas yang melibatkan beban berat.
Langkah pencegahan perlu dimulai dengan melakukan penilaian risiko sebelum pekerjaan dilaksanakan, memastikan metode pengangkatan sesuai dengan ukuran dan berat material, serta membagi tugas berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pekerja.
Selain itu, penggunaan peralatan bantu yang memadai dan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaan juga perlu diperhatikan. Pekerjaan sebaiknya tidak dipaksakan apabila beban tidak dapat dikendalikan secara aman atau kondisi pekerja sudah mengalami kelelahan.
Tragedi di Alas Kambil Legi tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang terlihat rutin sekalipun dapat menimbulkan risiko fatal apabila tidak didukung prosedur keselamatan yang memadai. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan, terutama ketika berhadapan dengan material berukuran besar dan berbobot berat.

Redaktur: Mawan

