
GUNUNGKIDUL, DIY, WARTA-JOGJA.COM – Warga Palur, Mojolaban, Sukoharjo, bergerak menyalurkan bantuan berupa 20 tangki air bersih bagi warga Pedukuhan Nglaran, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, yang terdampak krisis air bersih akibat kekeringan. Bantuan yang berlangsung sejak 7 September 2026 ini digagas oleh Eko Hardiyanto, Ketua RW setempat, yang juga menggerakkan Komunitas Berbagi Beras (KBB) untuk menyalurkan bingkisan sembako.
Musim kemarau tahun ini membawa dampak mendalam bagi masyarakat Gunungkidul, termasuk wilayah Gedangsari. Meskipun telah terjangkau jaringan PDAM, debit air yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan warga. Sebagian masyarakat terpaksa memesan air bersih dari luar wilayah dengan biaya sendiri – beban yang terasa berat di tengah kesulitan ekonomi yang juga dirasakan.
Melihat kondisi tersebut, Eko Hardiyanto – yang akrab disapa Mas Sigon – bergerak mengajak donatur dari Palur, Sukoharjo, yakni Ibu Ning serta donatur lain yang enggan disebutkan namanya, untuk membiayai pengiriman air bersih. Sebanyak 20 tangki air bersih didistribusikan kepada tiga RT di Pedukuhan Nglaran, sejak 7 September lalu.
Selain bantuan air, Eko yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Komunitas Berbagi Beras, turut menyalurkan bantuan beras yang dikumpulkan dari para donatur dan anggota komunitas.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah peduli terhadap kondisi warga Nglaran. Semoga kebaikan ini dibalas Allah dengan berkah dan kelancaran rezeki. Mari tingkatkan kepedulian, karena sebagian rezeki kita ada hak untuk sesama,” ujar Eko Hardiyanto saat ditemui, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian lintas wilayah, di mana warga dari daerah lain turut mengulurkan tangan meringankan beban tetangga yang kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau yang panjang ini.

Redaktur: Mawan







