
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Ditengah – tengah memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025, Komisi A DPRD DIY menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi generasi muda, terutama terkait akses pendidikan dan lapangan kerja.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menekankan pentingnya meneladani semangat perjuangan para pemuda pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia.
“Kita melihat bagaimana para pemuda di tahun 1928 menunjukkan sikap mental yang hebat untuk berjuang memerdekakan Indonesia. Mereka mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Watak itu menjadi pelajaran bagi generasi muda saat ini,” ujar Eko Suwanto kepada awak media diruangannya, Selasa 28 Oktober 2025.
Eko mengungkapkan bahwa, tantangan yang dihadapi pemuda saat ini antara lain praktik kapitalisme, liberalisme, intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Selain itu, akses terhadap lapangan kerja dan pendidikan, termasuk pendidikan Pancasila, masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan.
“Fasilitasi pendidikan dan lapangan kerja yang baik bagi kaum muda harus menjadi prioritas. Akses ini termasuk pendidikan Pancasila, yang akan kami dorong melalui program Sinau Pancasila yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai generasi milenial, Gen Z, hingga baby boomers,” ungkapnya.
Menurut Eko, pada program Sinau Pancasila ini akan difasilitasi di 78 kecamatan/kemantren dan kapanewon di DIY pada tahun 2026, serta dijadikan bagian dari pendidikan formal di sekolah. Eko juga menegaskan pentingnya internalisasi ideologi Pancasila bagi ASN di lingkungan Pemda DIY.
Selain itu, DPRD DIY mendesak Pemda DIY untuk menyusun RAPBD 2026 yang pro terhadap penciptaan lapangan kerja dan pendidikan bagi kaum muda, termasuk akses kesehatan dan lingkungan hidup. Menurutnya, polemik ini harus segera ada jalan keluar karena untuk membangun sikap mental serta membangun integritas dan juga komitmen kebangsaan bagi kaum muda.
“Maka tanggung jawab ini kemudian dikerjasamakan antara DPRD dengan Pemda untuk bisa dirasakan oleh anak muda yang ada di Jogja ini baik yang tinggal di pedesaan maupun tinggal di perkotaan. Nah ini menjadi catatan penting sehingga RAPD ke depan harus dirancang untuk pro terhadap pendidikan kaum muda dan sekaligus penciptaan lapangan kerja,” tegas Eko.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD DIY, Radjut Sukasworo, menekankan peran generasi muda dalam era digital saat ini.
“Memaknai Hari Sumpah Pemuda sekarang berbeda dengan era kemerdekaan. Generasi muda harus menumbuhkan cinta tanah air, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan semangat persaudaraan. Mereka harus berani menyuarakan aspirasi, ikut terjun di dunia sosial, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat persatuan,” ujarnya diruangan yang sama.
Radjut menambahkan, generasi muda juga harus menjadi agen perubahan dengan kreativitas dan aktivitas positif, tanpa menggunakan cara-cara anarkis, serta siap menyiapkan estafet kepemimpinan di masa depan.
“Dengan berbagai program dan upaya tersebut, DPRD DIY berharap pendidikan Pancasila dan penciptaan lapangan kerja dapat menjadi fondasi kuat bagi pemuda dalam menjaga NKRI dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Radjut.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







