WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, ditemukan meninggal dunia di lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas tunggal di tanjakan Bulak Bogor, wilayah Padukuhan Janglot, Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop, Senin (12/10/2026) pagi. Korban ditemukan bersama sepeda motor Yamaha RX-K bernomor polisi AB 3571 AW. Berdasarkan informasi awal, korban mengalami luka pada bagian kepala dan bahu kiri.
Korban ditemukan oleh tiga orang yang melakukan pencarian setelah dirinya tidak kunjung pulang ke rumah sejak berpamitan dari acara hajatan pernikahan pada Sabtu (10/10/2026) malam. Peristiwa tersebut kemudian ditangani pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan rilis informasi dari Polsek Rongkop, penemuan korban bermula ketika tiga orang saksi, yakni Rido Imron Fauzi, Bagus Dwi Yuliyanto, dan Sutarwan, warga Padukuhan Tejo, Kalurahan Pucanganom, berinisiatif mencari keberadaan DM.
Pencarian dilakukan setelah keluarga korban merasa khawatir karena korban belum kembali ke rumah. Ketiganya menyusuri jalur Pucanganom–Wonosari untuk mencari petunjuk mengenai keberadaan korban.
Sekitar pukul 04.45 WIB pada Senin (12/10/2026), ketiga saksi akhirnya menemukan DM dalam keadaan meninggal dunia di tanjakan Bulak Bogor, sebelah selatan Padukuhan Janglot. Di sekitar lokasi, mereka juga menemukan sepeda motor RX-K yang diduga dikendarai korban.
Penemuan tersebut segera mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendengar informasi mengenai peristiwa tersebut.
Kronologi sebelum penemuan korban bermula pada Sabtu (10/10/2026). Saat itu, DM menghadiri acara hajatan pernikahan bersama dua orang temannya di kediaman Supriyono, Padukuhan Tejo, Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop.
Setelah acara selesai, kedua teman korban pulang terlebih dahulu, sedangkan DM masih berada di lokasi hajatan. Korban baru berpamitan untuk pulang sekitar pukul 20.45 WIB.
Namun, hingga Minggu (11/10/2026), korban belum juga tiba di rumah. Istri korban kemudian berusaha mencari informasi dengan menanyakan keberadaan DM kepada Rido Imron Fauzi. Rido mengaku tidak mengetahui keberadaan korban.
Mengetahui kondisi tersebut, Rido bersama Bagus Dwi Yuliyanto kemudian mengajak Sutarwan untuk melakukan pencarian. Mereka menyusuri jalan di wilayah Pucanganom hingga jalur menuju Wonosari, sebelum akhirnya menemukan korban pada Senin dini hari.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban diduga mengalami kecelakaan tunggal ketika melintas di jalur Pucanganom–Semanu. Korban diperkirakan kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya hingga menabrak pohon jati, kemudian terjatuh ke lereng di kawasan Bulak Bogor.
Meski demikian, dugaan mengenai kronologi dan penyebab kecelakaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Faktor yang menyebabkan korban kehilangan kendali belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi saat ditemukan.
Sejumlah saksi di sekitar TKP menyampaikan kepada media bahwa korban ditemukan tanpa mengenakan baju. Kondisi tubuh korban juga dilaporkan telah membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa korban kemungkinan telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan, tetapi waktu pasti kejadian maupun waktu meninggalnya korban belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.
Setelah proses penanganan awal di lokasi, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Panti Rahayu, Karangmojo, untuk menjalani pemeriksaan.
Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan agar selalu menjaga konsentrasi dan berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika melintasi jalur yang memiliki tanjakan, tikungan, atau kondisi jalan yang berisiko.

Redaktur: Mawan

