GUNUNGKIDUL, DIY, WARTA-JOGJA.COM – Mbah Noto Wagiyo, warga Padukuhan Mbulurejo, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, yang dilaporkan hilang saat mencari rumput untuk pakan ternak sejak Selasa (13/10/2026), akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Ia ditemukan di kawasan Alas Ngasinan setelah pencarian melibatkan aparat keamanan, tim SAR, dan puluhan warga setempat.
Penemuan tersebut mengakhiri pencarian selama sehari semalam yang sempat membuat keluarga dan masyarakat setempat diliputi kecemasan. Mbah Noto ditemukan berkat informasi seorang warga Padukuhan Jetis yang kebetulan sedang mencari rumput di kawasan tersebut, kemudian melaporkan keberadaannya kepada tim pencari.
Setelah menerima laporan, tim segera menuju lokasi dan memastikan kondisi Mbah Noto. Meski terlihat sedikit lelah dan haus, ia ditemukan dalam keadaan sadar sepenuhnya. Selanjutnya, Mbah Noto dievakuasi dengan hati-hati dan dibawa kembali ke rumahnya di Padukuhan Mbulurejo.
Peristiwa hilangnya Mbah Noto Wagiyo bermula pada Selasa (13/10/2026) pagi. Seperti kebiasaan sehari-hari, ia berangkat ke ladang untuk mencari rumput yang digunakan sebagai pakan ternak.
Namun, hingga sore hari, Mbah Noto belum kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga yang tinggal bersama adiknya mulai merasa khawatir. Pasalnya, ia biasanya pulang sebelum siang berakhir.
Kekhawatiran semakin meningkat ketika hari mulai gelap, tetapi keberadaan Mbah Noto belum diketahui. Keluarga kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar agar pencarian dapat segera dilakukan.
Warga pun berinisiatif menyisir sejumlah lokasi yang biasa didatangi Mbah Noto untuk mencari rumput, termasuk kawasan Cende dan Alas Ngelo. Pencarian awal dilakukan secara mandiri dengan menyusuri ladang dan lingkungan sekitarnya.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, pencarian hingga Selasa malam belum membuahkan hasil. Mbah Noto belum ditemukan sehingga pencarian dilanjutkan pada keesokan harinya dengan melibatkan lebih banyak unsur.
Pada Rabu pagi (14/10/2026), pencarian dilakukan secara lebih terorganisasi dengan melibatkan sejumlah unsur keamanan dan masyarakat.
Tim gabungan terdiri atas personel Polsek Saptosari, Koramil Paliyan, Polisi Kehutanan (Polhut) Paliyan, tim SAR, serta puluhan warga Padukuhan Mbulurejo.
Para personel dan warga menyisir sejumlah jalur hutan serta kawasan ladang yang diperkirakan menjadi lokasi aktivitas Mbah Noto. Mereka membagi diri untuk menjangkau beberapa titik pencarian agar upaya menemukan warga lansia tersebut dapat dilakukan secara lebih efektif.
Kondisi medan yang berbukit-bukit, ditambah jalur yang rimbun, menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Para pencari harus bergerak dengan cermat untuk memastikan area yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan Mbah Noto dapat diperiksa.
Meski menghadapi medan yang tidak mudah, proses pencarian tetap dilanjutkan dengan mengandalkan koordinasi antarpersonel dan informasi dari masyarakat sekitar.
Titik terang muncul sekitar pukul 08.30 WIB. Seorang warga Padukuhan Jetis yang sedang mencari rumput di kawasan Alas Ngasinan melihat keberadaan Mbah Noto Wagiyo.
Warga tersebut kemudian segera menyampaikan informasi kepada tim pencari. Laporan itu menjadi petunjuk penting bagi tim untuk menuju lokasi dan memastikan kondisi Mbah Noto.
Setelah tiba di tempat tersebut, tim mendapati Mbah Noto dalam keadaan sehat, sadar, dan masih dapat berkomunikasi. Meskipun terlihat sedikit kelelahan dan kehausan setelah berada di kawasan itu, kondisinya dilaporkan baik.
Tim selanjutnya melakukan evakuasi dengan hati-hati sebelum membawa Mbah Noto kembali ke kediamannya di Padukuhan Mbulurejo.
Kepulangan Mbah Noto disambut dengan rasa lega dan haru oleh keluarga serta warga yang sejak Selasa sore menantikan kabar keberadaannya. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri kekhawatiran masyarakat selama proses pencarian berlangsung.
“Alhamdulillah, beliau ditemukan dalam keadaan baik dan sehat,” ungkap salah satu warga yang ikut dalam tim pencarian.
Peristiwa hilangnya Mbah Noto di kawasan ladang dan hutan menjadi pengingat bahwa pencarian warga lansia yang belum kembali ke rumah membutuhkan respons cepat, koordinasi, serta keterlibatan berbagai pihak.
Keberhasilan menemukan Mbah Noto tidak terlepas dari kepedulian masyarakat yang segera melakukan pencarian, dukungan aparat keamanan, keterlibatan tim SAR, serta informasi dari warga yang berada di sekitar lokasi.
Sinergi tersebut menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan masyarakat, terutama ketika seseorang dilaporkan hilang di kawasan dengan medan yang cukup sulit dijangkau.
Bagi keluarga dan warga Padukuhan Mbulurejo, ditemukannya Mbah Noto dalam keadaan selamat menjadi kabar melegakan setelah melalui malam penuh kecemasan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar segera melaporkan kepada keluarga, perangkat setempat, atau pihak berwenang apabila menemukan kondisi seseorang yang tidak biasa atau mengalami keadaan darurat.
Dengan ditemukannya Mbah Noto Wagiyo dalam keadaan sehat dan selamat, rangkaian pencarian yang berlangsung sejak Selasa hingga Rabu pagi akhirnya berakhir. Kebersamaan warga bersama aparat dan tim pencari menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kembali warga yang sempat hilang tersebut.

Redaktur: Mawan

