WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Takmir Masjid Al Hidayah Wirobrajan, Kota Yogyakarta, menyalurkan bantuan 15 tangki air bersih kepada warga Padukuhan Mbekong I, II, dan III, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, pada 25 Oktober 2026. Bantuan tersebut disalurkan ke 15 titik penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan kemanusiaan ini turut didampingi Tim SAR Sigap Gunungkidul.
Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian sosial Takmir Masjid Al Hidayah yang beralamat di Jalan Poncowolo Nomor 1, Wirobrajan, Yogyakarta, terhadap masyarakat di wilayah Gunungkidul bagian timur yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Bantuan tersebut disambut sukacita oleh warga setempat. Pasalnya, pasokan air bersih dilaporkan telah terhenti selama beberapa minggu sehingga masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perwakilan Takmir Masjid Al Hidayah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan sosial kemanusiaan tersebut. Menurutnya, bantuan air bersih ini berangkat dari kepedulian takmir dan jamaah masjid yang ingin menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Inisiatif tersebut merupakan wujud solidaritas sosial dan semangat berbagi kepada sesama, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar berupa air bersih.
“Alhamdulillah, semoga ke depannya kami bisa membantu lebih banyak lagi dan dapat meringankan beban saudara kita, khususnya di daerah Gunungkidul bagian timur, tepatnya di Desa Mbekong I, II, dan III yang saat ini terdampak masalah kekurangan pasokan air bersih. Kami segenap takmir dan jamaah bergerak dari hati untuk menyisihkan apa yang kami miliki guna membantu sesama umat,” ungkap perwakilan Takmir Masjid Al Hidayah yang enggan disebutkan namanya.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan antara jamaah masjid di Kota Yogyakarta dan warga di wilayah Gunungkidul.
Sebanyak 15 tangki air bersih disalurkan ke 15 titik penerima di Padukuhan Mbekong I, II, dan III. Proses distribusi berlangsung tertib dan lancar dengan pendampingan Tim SAR Sigap Gunungkidul.
Keterlibatan tim SAR membantu mendukung kelancaran kegiatan kemanusiaan tersebut, sehingga bantuan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Ari, perwakilan SAR Sigap Gunungkidul, menyatakan kesiapan timnya untuk mendukung kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan.
“Kami siap membantu semaksimal mungkin demi lancarnya penyaluran air bersih. Di mana pun diperlukan, kami siap mendampingi,” ujar Ari.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan distribusi bantuan, khususnya ketika masyarakat membutuhkan penanganan dan pendampingan di tengah kondisi kekeringan.
Kedatangan rombongan pembawa bantuan disambut dengan sukacita dan rasa syukur oleh warga Mbekong. Bantuan air bersih tersebut dinilai sangat berarti karena masyarakat telah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama beberapa minggu.
Nampi Astuti, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari. Bahkan, warga di sejumlah dusun menghadapi kesulitan serupa akibat tidak mengalirnya pasokan air.
“Sudah beberapa minggu air tidak mengalir, sehingga di beberapa dusun kami sangat berat mendapatkan pasokan air bersih. Kehadiran bantuan ini sungguh sangat kami nantikan,” ujar Nampi Astuti dengan wajah yang terlega.
Kondisi itu memperlihatkan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih, terutama ketika musim kemarau berkepanjangan menyebabkan kebutuhan dasar warga semakin sulit dipenuhi.
Bantuan 15 tangki air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga untuk sementara waktu, sembari menunggu pasokan air kembali tersedia secara memadai.
Perwakilan warga Mbekong, Sudiyana dan Nampi Astuti, menyampaikan terima kasih kepada Takmir Masjid Al Hidayah Wirobrajan atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi bukti nyata solidaritas dan kepedulian antarmasyarakat.
“Terima kasih kami ucapkan. Semoga semua amal ini dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan pahala yang berlipat ganda dan menjadi amal jariyah bagi seluruh takmir serta jamaah Masjid Al Hidayah Wirobrajan, Yogyakarta,” doa Sudiyana mewakili warga.
Nampi Astuti juga berharap bantuan serupa dapat kembali disalurkan pada masa mendatang. Harapan tersebut disampaikan karena masih terdapat beberapa dusun di wilayahnya yang belum terjangkau bantuan air bersih.
Ia berharap kepedulian berbagai pihak terus berlanjut sehingga warga yang menghadapi kesulitan air bersih dapat memperoleh bantuan secara lebih merata.
Penyaluran bantuan oleh Takmir Masjid Al Hidayah Wirobrajan ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Kolaborasi antara lembaga keagamaan, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat untuk meringankan beban warga yang membutuhkan akses terhadap air bersih.

Redaktur: Mawan

