WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Tidur merupakan pengingat akan kematian yang dapat datang kapan saja. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Margito, S.Pd.I., dalam kajian rutin malam Jumat bersama jamaah Masjid Al Ikhlas dan Masjid Al Hidayah di Padukuhan Trowono, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, Kamis (15/10/2026).
Dalam kajian tersebut, Ustaz Margito mengajak jamaah membiasakan diri bersuci, berzikir, dan berdoa sebelum tidur, serta mensyukuri nikmat kehidupan setiap kali terbangun.
Menurutnya, tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan momentum untuk merenungkan kekuasaan Allah SWT dan keterbatasan manusia dalam mengendalikan kehidupannya.
“Kita tidak pernah tahu, malam ini kita tidur, apakah esok masih diberi kesempatan bangun? Hanya Allah yang memegang jiwa kita setiap saat,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa tidur dapat menjadi pengingat tentang kematian. Jika seseorang yang tertidur masih berkesempatan bangun kembali, kematian menandai berakhirnya kehidupan di dunia. Kesadaran tersebut hendaknya mendorong setiap orang untuk memanfaatkan waktu dengan memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kualitas ibadah.
Ustaz Margito juga mengibaratkan jiwa dan hati manusia seperti tanaman yang membutuhkan air dan pupuk. Keduanya perlu dirawat secara berkelanjutan melalui ibadah, zikir, dan perilaku baik agar kehidupan spiritual tetap terjaga.
Ia menekankan tiga kebiasaan penting, yakni berzikir sebelum tidur, bersyukur ketika bangun, dan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan memperbaiki amal serta menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Pada akhir kajian, jamaah diajak membiasakan doa sebelum tidur sebagai bentuk permohonan ampunan dan perlindungan kepada Allah SWT.
“Ya Allah, jika Engkau mencabut nyawaku malam ini, ampunilah aku. Dan jika Engkau mengembalikannya di pagi hari, lindungilah aku.”
Melalui kajian tersebut, Ustaz Margito mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui batas akhir kehidupannya. Karena itu, membiasakan diri bersuci, berdoa, dan mengingat Allah SWT sebelum tidur menjadi bagian dari ikhtiar memperbaiki diri serta menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur.

Redaktur: Mawan

