
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gunungkidul siap menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Minggu, 5 April 2026. Acara yang akan berlangsung di Gedung BMT Dana Insani, Wonosari ini menjadi momentum penentuan kepemimpinan baru untuk periode 2026-2031.
Menjelang pelaksanaan Muscab, sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) se-kabupaten menyuarakan harapan agar figur yang terpilih nanti benar-benar mampu mengakomodasi aspirasi akar rumput.
Dalam Musyawarah Pimpinan Anak Cabang (Muspincab) beberapa waktu lalu, fokus perhatian para pengurus tingkat kecamatan tertuju pada penentuan calon Ketua DPC. Hingga saat ini, masih menjadi tanda tanya apakah akan terjadi perubahan kepemimpinan atau masih dipegang oleh petahana, H. Sutiyo, S.E.
Mbah Marjono, Ketua DPAC Paliyan, menegaskan bahwa pihaknya mendambakan sosok pemimpin yang terbuka, jujur, adil, dan tidak kaku. Mengingat mekanisme pemilihan tidak dilakukan secara langsung oleh DPAC, ia berharap tidak ada praktik “main mata” dalam penentuan nama nanti.
“Kami berharap tidak ada dusta di antara kita. Maksudnya tidak ada yang main mata untuk menduduki jabatan ketua DPC. Kami ingin pemimpin yang benar-benar memperhatikan,” ujar Marjono.

Senada dengan itu, Kang Wajiyo dari DPAC Rongkop menekankan pentingnya sosok ketua yang komunikatif dan menepati janji program kerja. Ia menilai, dana partai yang masuk setiap tahun mencapai ratusan juta rupiah seharusnya bisa dimaksimalkan untuk pembinaan politik, kaderisasi, dan konsolidasi yang menyentuh hingga tingkat ranting, bukan hanya digunakan saat momen pemilu atau pilkada saja.
“Kami orang paling bawah yang berjuang meraih suara. Jangan memanggil dan mempekerjakan kita hanya saat ada event politik saja. Dana Banpol dan iuran fraksi itu harus bisa digunakan untuk kegiatan pembinaan dari DPC sampai ke anak ranting,” tegas Wajiyo.
Lebih jauh, Wajiyo mengingatkan bahwa jika figur yang ditetapkan nanti tidak sesuai dengan aspirasi para ketua DPAC, bukan tidak mungkin akan muncul penolakan. Oleh karena itu, ia berharap Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dapat mendengar suara dari bawah.
“Kami akan kawal mulai dari Muscab sampai pengumuman hasil keputusan DPP. Semoga DPW dan DPP benar-benar mendengar aspirasi teman-teman DPAC,” pungkasnya.













