
WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL – Terdapat perbedaan volume minyak dalam kemasan botol MinyaKita setelah Dinas Perdagangan (Mendag) Kabupaten Gunungkidul melakukan tera ulang menggunakan gelas ukur.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menjelaskan, hasil tera ulang menunjukkan bahwa adanya selisih isi dibandingkan dengan yang tertera di kemasan.
“Dari hasil pengukuran ulang, ditunjukkan bahwa adanya selisih isi dibandingkan dengan yang tertera di kemasan dapat perbedaan total isi 1 liter itu 1000 ml, sementara saat kita takar ulang, jumlah yang ada di botol hanya 980 ml, ada selisih 20ml” terangnya.
https://warta-jogja.com/tim-pengendali-inflasi-daerah-diy-monitoring-ketersediaan-bahan-pokok-di-pasar-argosari/Silahkan baca : Tim Pengendali Inflasi Daerah DIY Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Argosari
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan ada keraguan di dalam takaran produk MinyaKita. Seperti uji petik yang dilakukan Dinas Perdagangan menemukan MinyaKita dalam kemasan botol tidak sesuai takaran.
“Saya sempat menanyakan keraguan ini, MinyaKita dijual muarah tapi takaran dikurangi itu sama saja membohongi rakyat,” jelasnya saat melakukan monitoring di pasar Argosari Wonosari, Rabu (13/03/2025).









