
(foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Panitia Disiplin Liga 4 Piala Gubernur DIY resmi menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Dwi Pilihanto Nugroho, pemain KAFI FC, setelah melakukan pelanggaran serius yang menyebabkan pemain PSUAD FC, Amirul Muttaqin, mengalami cedera pada rahangnya.
Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar Ketua Panitia Disiplin Liga 4, Widi Marzanaji, Kamis 8 Januari 2026. Menurut Widi, insiden terjadi pada menit ke-73 dalam pertandingan pekan kelima antara PSUAD FC melawan KAFI FC di Lapangan Siti Mulyo.
“Pemain nomor punggung 2 dari KAFI melakukan pelanggaran serius yang mengakibatkan pemain PSUAD FC cedera di bagian rahang. Pelanggaran ini termasuk serius full play karena intensitas, kekuatan, serta niat yang berlebihan,” ujarnya.
Berdasarkan dokumen resmi Surat Keputusan Panitia Disiplin (SK PANDIS) dan kode disiplin PSSI 2025, panitia menyatakan telah menetapkan Dwi Pilihanto Nugroho bersalah melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 juncto Pasal 10 juncto Pasal 19 dan juga dijatuhi denda Rp1 juta.
“Larangan berlaku untuk seluruh profesi di sepak bola, baik sebagai pemain, pelatih, ofisial, maupun profesi terkait lainnya,” tegas Widi.
Widi menjelaskan bahwa meskipun insiden ini serius, kedua tim menunjukkan sikap kooperatif. Tim medis PSUAD FC memastikan kondisi Amirul Muttaqin stabil dan tidak ada cedera serius setelah pemeriksaan rontgen.

“Hasil rontgen menunjukkan tidak ada cedera serius, meski korban masih merasakan nyeri pada rahang dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan jika diperlukan,” jelas Widi.
“Pihak KAFI menyampaikan permohonan maaf, menyesal atas insiden tersebut, dan memberhentikan pemain bersangkutan. Mereka juga melakukan silaturahmi dengan pihak UADFC untuk menunjukkan itikad baik,” sambung Widi.
Selain itu, panitia disiplin dan Komite Wasit Asosiasi Wasit DIY akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan. Langkah ini untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil di lapangan sesuai dengan regulasi dan dapat menegakkan fair play.
“Komite Wasit akan melakukan refreshment terkait Law of the Game kepada seluruh perangkat pertandingan, sehingga ke depannya semua bisa menjunjung tinggi regulasi,” imbuh Widi.
Kejadian ini, kata Widi, disebut terjadi pertama kali di Liga 4 DIY. Menurutnya selama ini, semua pertandingan Liga 4 disiarkan langsung atau terekam.
“Belum pernah ada insiden seperti ini sebelumnya. Ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar intensitas pertandingan tetap terkendali,” katanya.
Meski KAFI FC masih berkesempatan tampil di final karena poin mereka tidak bisa dikejar tim lain, Widi berharap final bisa berjalan lancar tanpa mengurangi esensi pertandingan.
“Pemain KAFI yang dihukum tidak akan menjadi beban tim di pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Disamping penindakan terhadap pemain, panitia disiplin menegaskan akan memperkuat pembinaan kepada seluruh perangkat pertandingan.
“Setiap tahun sebelum turnamen, kami melakukan refreshment, termasuk fitness test fisik dan kelas materi Law of the Game. Evaluasi ini menjadi penting agar keputusan di lapangan lebih tepat di masa depan,” pungkas Widi.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







