WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Kebakaran hebat menghanguskan dua bangunan rumah milik Giyarto (80) di Padukuhan Karanggumuk II, RT 02/RW 01, Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Api melalap rumah utama dan bangunan dapur beserta seluruh isinya hingga hanya menyisakan bagian dinding. Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta, sementara pasangan lanjut usia yang menghuni rumah tersebut harus mengungsi ke rumah anak atau kerabat terdekat.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Gunungkidul, Handoko, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi ketika Giyarto berada di rumah, sedangkan istrinya, Giyem (80), sedang menghadiri kegiatan arisan.
Berdasarkan keterangan warga, api diduga pertama kali muncul dari area dapur sebelum merembet dan membakar bangunan lainnya. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui.
Kebakaran tersebut menghanguskan dua bangunan dengan bentuk dan ukuran berbeda. Bangunan pertama merupakan rumah utama berbentuk limasan berukuran sekitar 10 × 8 meter. Sementara itu, bangunan kedua berupa dapur berbentuk kampung dengan ukuran sekitar 4 × 8 meter.
Kobaran api melalap sebagian besar bangunan berikut perabot, perlengkapan rumah tangga, dan barang-barang yang berada di dalamnya. Berdasarkan hasil pendataan awal, kondisi kedua bangunan mengalami kerusakan berat hingga hanya menyisakan bagian dinding atau tembok.
Besarnya kerusakan tersebut menyebabkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta. Nilai tersebut merupakan taksiran kerugian akibat kebakaran berdasarkan informasi yang tersedia.
Peristiwa ini tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa berdasarkan laporan asesmen yang tersedia. Namun, Giyarto dan Giyem yang sama-sama berusia 80 tahun terdampak langsung akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Untuk sementara waktu, keduanya mengungsi ke rumah anak atau saudara terdekat sembari menunggu penanganan lebih lanjut dan dukungan pemulihan pascakebakaran.
Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, yakni Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Damkarmat Gunungkidul, PLN, Polsek Semin, Koramil Semin, pemerintah kapanewon dan kalurahan, serta relawan.
Petugas melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari asesmen dampak kebakaran, pemadaman api, hingga pendinginan pada area yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk menangani titik-titik yang berpotensi menyimpan panas setelah api berhasil dikendalikan.
Berdasarkan laporan awal, instalasi kelistrikan di rumah tersebut turut terbakar total. Sementara itu, jaringan air minum, komunikasi, akses jalan, serta sejumlah sarana umum lainnya dilaporkan tidak terdampak oleh kejadian tersebut.
Keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan ini juga mencakup koordinasi dengan pemerintah setempat guna memastikan kondisi korban, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan mendesak setelah kebakaran dapat teridentifikasi.
Kerusakan berat pada kedua bangunan membuat kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi salah satu perhatian utama. Selain kehilangan tempat tinggal, Giyarto dan Giyem juga kehilangan barang-barang rumah tangga yang diperlukan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah kalurahan, pemerintah kapanewon, BPBD, dan instansi terkait diperlukan untuk memastikan kedua korban memperoleh bantuan sesuai kebutuhan dan hasil pendataan di lapangan.
Bantuan yang menjadi perhatian meliputi kebutuhan pokok, tempat tinggal sementara, perlengkapan rumah tangga, serta dukungan pemulihan pascakebakaran. Penanganan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban kedua korban selama masa pemulihan.
Kondisi Giyarto dan Giyem yang telah berusia 80 tahun menjadi pertimbangan penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah setempat diperlukan agar keduanya tetap memperoleh tempat tinggal yang layak serta kebutuhan sehari-hari selama rumah mereka belum dapat digunakan kembali.
Peristiwa kebakaran di Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Sementara penyebab kejadian masih belum diketahui, penanganan lanjutan dan pendataan kebutuhan korban menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan setelah kebakaran.

Redaktur: Mawan

