WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Kecelakaan lalu lintas berupa tabrakan beruntun yang melibatkan mobil Honda BR-V, sepeda motor Honda Scoopy, dan bus Mercedes-Benz terjadi di Jalan Wonosari–Baron Kilometer 7, tepatnya di Dusun Mulo, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 06.15 WIB. Seorang pelajar berusia 16 tahun berinisial NA, siswa SMK 2 Wonosari, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak bagian belakang mobil, kemudian terjatuh ke jalur berlawanan dan terlindas bus.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Sugiyanto, membenarkan kecelakaan yang terjadi di jalur utama penghubung Wonosari dan kawasan wisata Baron tersebut.
“Benar, telah terjadi laka lantas tabrakan beruntun di Jalan Wonosari-Baron KM 7 pagi tadi. Satu korban meninggal dunia di TKP,” ujar Ipda Sugiyanto.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, kecelakaan bermula ketika mobil penumpang Honda BR-V bernomor polisi AE-1391-XL yang dikemudikan BK (35), warga Wonosari, melaju dari arah selatan atau Baron menuju utara atau Wonosari.
Sesampainya di lokasi kejadian, yang merupakan ruas jalan lurus, pengemudi mobil bermaksud mendahului sepeda kayuh yang berada di depannya. Namun, pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju bus Mercedes-Benz OF 917 bernomor polisi AB-7059-KN yang dikemudikan MA (46), warga Trirenggo, Bantul.
Melihat bus datang dari arah utara menuju selatan, pengemudi Honda BR-V mengurangi kecepatan dan membatalkan niatnya untuk mendahului sepeda kayuh tersebut.
Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi AB-3051-WR yang dikendarai NA, pelajar berusia 16 tahun, melaju dari belakang mobil Honda BR-V.
Karena jarak antarkendaraan sudah terlalu dekat, pengendara sepeda motor berupaya mengerem. Namun, upaya tersebut tidak berhasil mencegah benturan sehingga sepeda motor menabrak bagian belakang Honda BR-V.
Benturan keras menyebabkan sepeda motor kehilangan kendali, tergelincir, kemudian terjatuh ke sisi kanan hingga masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan.
Pada saat yang sama, bus Mercedes-Benz yang melaju dari arah berlawanan sudah berada dalam jarak dekat. Kondisi tersebut membuat pengemudi bus tidak memiliki ruang yang cukup untuk melakukan pengereman secara efektif.
Akibatnya, pengendara sepeda motor terlindas bus. Kecelakaan tersebut mengakibatkan NA mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Tim medis dari RSUD Wonosari yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan terhadap korban. NA mengalami cedera kepala serius serta luka lecet pada tangan kanan.
Berdasarkan pemeriksaan petugas medis, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Sementara itu, pengemudi Honda BR-V berinisial BK dan pengemudi bus Mercedes-Benz berinisial MA dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka-luka serius.
Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan dengan tingkat kerusakan berbeda. Honda BR-V mengalami kerusakan pada bagian belakang akibat benturan sepeda motor. Sepeda motor Honda Scoopy mengalami kerusakan berat, sedangkan bus Mercedes-Benz mengalami kerusakan pada bagian depan.
Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Gunungkidul telah menangani kecelakaan tersebut. Kendaraan yang terlibat diamankan sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh fakta-fakta yang berkaitan dengan kecelakaan, termasuk rangkaian kejadian sebelum dan sesudah benturan.
Ipda Sugiyanto mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melintas di jalur Wonosari–Baron yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan wisata di Kabupaten Gunungkidul.
“Kami imbau pengendara untuk tidak terburu-buru saat menyalip dan selalu waspada. Utamakan keselamatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para pelajar dan pengguna jalan lainnya agar mengatur waktu perjalanan dengan baik sehingga tidak tergesa-gesa saat berkendara.
Selain itu, pengendara diminta menjaga jarak aman antarkendaraan serta memastikan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum melakukan manuver mendahului.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas, menjaga jarak aman, dan mengutamakan keselamatan di jalan raya. Setiap pengendara perlu memperhitungkan kondisi jalan serta situasi lalu lintas sebelum mengambil keputusan yang berisiko.
Keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama demi mencegah kecelakaan dan melindungi seluruh pengguna jalan.

Redaktur: Mawan

