
Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Lis Dwi Rahmawati (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menyiapkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan wisatawan dapat berlibur dengan aman dan nyaman di Yogyakarta pada akhir tahun.
Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Lis Dwi Rahmawati, mengatakan koordinasi dilakukan bersama Forkompimda serta sejumlah OPD terkait, termasuk BPBD, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.
“Kami sekarang lagi mulai persiapan untuk internal kami rapat lintas sektor. Ada lintas OPD, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan juga kita ajak untuk rapat bersama,” ujarnya kepada awak media saat ditemui usai jumpa pers di Kantor DPRD DIY, Selasa (3/12/2025).
Menurutnya, rapat koordinasi dengan Forkompimda itu dijadwalkan akan dilaksanakan pekan depan sebagai persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lis menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan wisatawan, terlebih menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi.
Selain itu, Dinpar DIY juga menyiapkan dukungan bagi sejumlah event akhir tahun yang digelar di Yogyakarta.
“Selain menyiapkan pariwisata yang aman dan nyaman, sekarang kami juga menyiapkan beberapa event-event yang dilaksanakan di akhir tahun. Karena itu menjadi bagian dari upaya menarik wisatawan datang ke Yogyakarta,” katanya.
Beberapa event yang mendapat dukungan dari Dinpar tersebut antara lain di kawasan Suara Prambanan pada tanggal 31 Desember, kawasan Becici, serta Tebing Breksi.
Terkait perkiraan jumlah wisatawan, Lis menyebutkan tahun ini fokus penghitungan pada destinasi yang terukur.
“Dari tahun kemarin, jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi sekitar 1,49 juta. Tahun ini diperkirakan 1,5 sampai 1,7 juta wisatawan,” ungkapnya.
Kendati demikian, lanjut Lis, diperlukan koordinasi dengan pengelola destinasi juga dilakukan melalui forum Pentahelix untuk memastikan protokol keamanan. Hal ini penting karena tiga kawasan tersebut berada di wilayah yang rawan bencana, yakni Merapi, Menoreh, dan Gunung Sewu.
“Pengelola di sana masuk dalam bagian industri yang Pentahelix itu untuk bagaimana mereka aman. Kawasan itu sudah bertahun-tahun rawan bencana, jadi secara rutin sudah dilakukan koordinasi pengamanan. Apalagi dengan cuaca seperti ini, koordinasi akan kami maksimalkan melalui rapat-rapat internal di Dinas Pariwisata, BPBD, maupun Satpol PP,” terang Lis.
Meskipun koordinasi masih berproses, Lis menegaskan keamanan wisatawan menjadi prioritas utama.
“Kami mencoba memastikan teman-teman wisatawan datang ke Jogja secara aman dan nyaman. Setelah aman, mereka bisa menikmati liburannya dengan nyaman,” ujarnya.
Lis juga menekankan pentingnya komunikasi terkait kondisi cuaca kepada publik.
“Mohon bantuannya untuk mengkomunikasikan cuaca. Setiap hari kami akan bekerja sama dengan BMKG untuk menayangkan kondisi cuaca hari ini dan area mana yang aman, nanti mohon bantuan untuk dishare,” pungkas Lis.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR; MAWAN







