
(Foto: Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan ruas tol Prambanan – Tamanmartani, yang menjadi salah satu akses penting menuju Yogyakarta, belum bisa difungsionalkan untuk periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Agus menjelaskan, pihaknya bersama jajaran Dirlantas DIY dan Jasa Marga telah melakukan pengecekan lapangan dari Banyudono, Prambanan, hingga Tamanmartani. Dari hasil inspeksi tersebut, kondisi konstruksi masih belum memenuhi standar operasional.
“Dari pihak Jasa Marga belum bisa dilakukan fungsional. Baru sekitar 10 kilometer yang siap, sementara ujungnya di Tamanmartani masih dalam perbaikan,” ujarnya kepada wartawan ditemui di Back Office Smart Province di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Minggu (30/11/2025).
Menurut Agus, ruas tol itu masih belum dapat menopang suplai arus kendaraan dari Jakarta, Jawa Timur, Solo, Semarang, dan daerah penyangga lainnya. Karena itu, opsi pembukaan fungsional jelang Nataru belum memungkinkan.
“Kemarin sudah dipaparkan di Prambanan. Untuk jalan dari Prambanan sampai Tamanmartani belum bisa difungsionalkan. Tetapi kami akan intervensi, setidaknya untuk penampungan arus bila terjadi kepadatan,” jelasnya.
Selain itu, Kakorlantas juga mengecek sistem Smart Province Yogyakarta yang kini terintegrasi dengan berbagai perangkat digital Korlantas. Dengan 400 CCTV milik Pemda DIY yang terkoneksi dalam satu pusat kendali, seluruh dinamika lalu lintas dan keamanan dapat dipantau secara real-time.
“Semua peristiwa yang ada di Jogja bisa terekam dan dikendalikan dari ruangan ini. Parameter kepadatan, kebangkitan arus, hingga peristiwa lain bisa dipantau langsung. Ini bentuk nyata digitalisasi Korlantas,” terang Agus.
Kendati demikian, ia berharap transformasi digital ini dapat diterapkan lebih luas secara nasional agar pengendalian keselamatan dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) semakin optimal. Di sisi lain, Operasi Zebra yang hanya tersisa satu hari akan menjadi jembatan menuju Operasi Lilin, pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025.
Korlantas bersama Mabes Polri dan seluruh stakeholder kini menyusun skenario mobilitas, kata dia, termasuk potensi lonjakan arus di jalan tol, arteri, jalur alternatif, hingga kawasan wisata.
“Kami sedang merencanakan cara bertindak, termasuk jika ada lompatan arus baik di tol, arteri, maupun dalam kota. Jalur alternatif dan jalur wisata juga sedang kita identifikasi,” jelas Agus.
Selain kepadatan, Korlantas juga menyiapkan langkah kontingensi menghadapi cuaca ekstrem pada Desember – Januari, seperti banjir dan longsor yang sebelumnya terjadi di Sumatera Barat dan Medan.
“Semua skenario sudah kita rumuskan dan juga sudah dipaparkan ke DPR RI. Kita berharap Nataru nanti aman dan lalu lintas lancar,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












