
Tiara Amanda Pramesti Gumay (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Tiara Amanda Pramesti Gumay resmi menyandang gelar sarjana Kedokteran Gigi dari Universitas Gadjah Mada pada usia 20 tahun 1 bulan 16 hari. Capaian tersebut menjadikannya sebagai wisudawan termuda pada prosesi wisuda yang digelar di Grha Sabha Pramana, Rabu 25 Februari 2026.
Lulusan Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi UGM itu berhasil menyelesaikan studi lebih cepat dibandingkan rata-rata usia lulusan yang berada di kisaran 23 tahun. Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Sejak kecil, Tiara memang telah menempuh jalur pendidikan yang relatif lebih cepat.
Ia mulai bersekolah di tingkat dasar pada usia 5,5 tahun.
Saat duduk di bangku SMA, Tiara mengikuti program akselerasi sehingga dapat menyelesaikan pendidikan menengah atas hanya dalam dua tahun. Pada 2022, ia diterima di UGM setelah masuk dalam daftar siswa eligible.
“Saya selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar bisa mencapai kemandirian lebih awal,” ujarnya dalam keterangannya, pada Jumat 27 Februari 2026.
Meski memiliki rekam jejak akademik yang gemilang, Tiara mengaku perjalanan studinya tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami tantangan dalam beradaptasi pada masa awal perkuliahan.
“Waktu awal masuk kuliah, saya punya ambisi yang tinggi, tapi belum diimbangi rasa percaya diri. Ketika bertemu teman-teman yang terlihat lebih siap dan matang, saya sempat merasa tertinggal,” kenangnya.
Menurutnya, fase tersebut menjadi proses pembelajaran penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus kemampuan bersosialisasi di lingkungan kampus.
Tiara bahkan aktif di kegiatan kemahasiswaan. Ia tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Gigi serta mengikuti sejumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah padatnya jadwal kuliah, ia harus pandai membagi waktu.
“Awalnya cukup sulit mengatur waktu antara akademik dan organisasi. Saya mencoba berbagai cara sampai akhirnya menemukan ritme yang pas,” ungkapnya.
Dari pengalaman tersebut, Tiara menyadari pentingnya menghargai proses diri sendiri tanpa terus-menerus membandingkan dengan orang lain. Ia menilai ambisi memang diperlukan, namun harus diiringi kesiapan mental dan konsistensi.
“Ambisi itu penting, tapi harus dibarengi kesabaran dan komitmen untuk terus berkembang. Setiap orang punya prosesnya masing-masing, jadi jangan terlalu sering membandingkan diri,” pesannya.

🟢 Redaktur: Mawan












