
WARTA-JOGJA.COM, BOYOLALI, JATENG – Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis di ruang rapat Dispertan, acara ini diikuti dari jajaran Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL), narasumber, delapan Kades, Pengurus Gapoktan, Kecamatan Musuk, Teras, Ampel, Tamansari, Gladaksari dan kecamatan Mojosonggo, pada hari Kamis, 26 Februari 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Ir.Suyanta,S.P.M.M. menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu agenda Dinas Pertanian untuk memperdayakan, meningkatkan kesejahteraan petani pada umum dan juga berkaitan mendukung program Bupati Boyolali dalam penguatan ketahanan pangan dan swasembada pangan khususya budidaya Singkong Gajah, dan singkong Nusantara 1.
“Kami atas nama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menyampaikan terima kasih atas kehadirannya dan terselenggaranya acara ini dengan situasi keterbatasan anggaran tentu saja dinas pertanian tidak mengurangi program kepada masyarakat pola kemitraan ini menjadi salah satu solusi,” ucapnya.
Dinas menghadirkan dua narasumber yaitu Ahmad Muklis untuk pelatihan singkong gajah dan Hartono untuk pelatihan singkong nusantara 1.
“Kaitannya khusus tanaman singkong ini bisa di budidayakan di 5 (lima) Kecamatan untuk permulaan percontohan kalau hasilnya bagus dan pasarnya menjanjikan bisa dikembangkan di Kabupaten Boyolali pada umumnya,” imbuhnya.
Pada kesempatan lain penjelasan, pemaparan dan sesi tanya jawab narasumber dari Koperasi Berkah Wali Temanggung, kebetulan Pengurus Sekber Wartawan Indonesia DPW Jateng putra daerah Karanggede Boyolali Ahmad Mukhlis menyampaikan bahwa singkong gajah ini hasil dari riset dan hasil penelitian dari Samarinda Prof. Dr. Ristono pada tahun 1992 dan pernah ikut ajang temuan ide (Lee Kuan Yow Global Bisiness Plan Competition) di Singapura Management dari 75 Institusi dan Universitas Singkong Gajah mendapatkan predikat yang luar biasa nomer 3 yang diwakili dari anak Bangsa Indonesia 1. Arbiyan Christianto dan Aryo Anditiyo dari UGM Jogjakarta.
Dengan prestasi sejarah ajang Internasional singkong gajah harus di budidayakan dan dikembangkan sesuai petunjuk dan rekomendasi dari penemunya, ditanam dengan baik dan sesuai petunjuk teknis yang sudah diterapkan dari penemu biar hasil panen nya maksimal yang harapkan yaitu bisa kurang lebih 50 kg perpohon asal mulai dari pembibitan harus di treatment (pemurnian dan penjernihan) bibit biar tidak pudar, rubah kualitas rasa dan mutu, kwantitas ukuran hasil panen biar sesuai dari varitas awal, pengolahan lahan, pupuk dasar, pemupukan utama, penyemprotan dan perawatan sesuai petunjuk teknis.
Harapannya tumbuhan apapun termasuk singkong gajah harus di kelola yang baik, biar hasilnya maksimal kita kawal dan dampingi dari hulu sampai hilir.
Dengan adanya kegiatan pelatihan hari ini dari perwakilan peserta yang hadir sangat antusias dan senang mendapatkan bimbingan teknis ini petani dapat wawasan ilmu dan pengalaman baru tentang varitas unggul ini dan menambah pendapatan dan tambah sejahtera secara ekonomi kelurga, bisa ditularkan kepada petani yang lain.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengatur tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Peningkatan Kesejahteraan Petani.
🌐 Penulis
🟢 Redaktur: Mawan








