
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Sebagai wujud nyata implementasi program The Most KUA, Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus melakukan jemput bola layanan kepada masyarakat. Kali ini, fokus transformasi diarahkan pada pendampingan spiritual bagi warga lanjut usia di Dusun Jamus, Pengasih, Senin (11/03/26).
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., hadir di tengah agenda rutinan Posyandu Lansia yang bertempat di kediaman Kepala Dusun Jamus. Kehadiran KUA di tengah pemeriksaan kesehatan fisik ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan melalui “kesehatan mental dan spiritual”.
Dengan mengusung tema “Menegakkan Sholat untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat”, Munawir mengajak para lansia memahami hakikat sholat sebagai obat hati. “Dalam konsep transformasi layanan The Most, kita tidak hanya melayani urusan administratif, tapi hadir memastikan ketenangan batin masyarakat. Sholat yang terjaga akan menghindarkan kita dari kesempitan hidup dan memberikan rasa ridha atas ketetapan-Nya,” ungkap Munawir di sela-sela lantunan sholawat yang diikuti antusias oleh peserta.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Tri Wahyuni beserta para kader Posyandu. Sinergi antara pemeriksaan kesehatan fisik oleh kader dan penyuluhan agama oleh KUA menjadi potret kolaborasi lintas sektoral yang diusung dalam program The Most KUA.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, menegaskan bahwa kehadiran penyuluh di posyandu adalah bagian dari perluasan peran KUA di tengah masyarakat. “Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran KUA dirasakan manfaatnya secara langsung. Ketahanan keluarga dan masyarakat bermula dari mental yang kuat. Jika para lansia kita memiliki jiwa yang tenang dan religiusitas yang baik, maka ketahanan sosial di wilayah Pengasih khususnya Dusun Jamus, akan semakin kokoh,” ujar Rangga.(myid)

🔶️ Redaktur: Mawan








