foto Olivia Rianjani
WARTA-JOGJA.COM || YOGYAKARTA – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta telah menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Aksi solidaritas tersebut dipusatkan di kawasan Namburan Lor, Kemantren Keraton, Kota Yogyakarta, Jumat 11 September 2026 malam.
Kelima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Selain itu, doa juga ditujukan bagi tiga kru speedboat Arupadhatu 1, yaitu Warta (Kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Ketua PFI Yogyakarta, Andreas Fitri Atmoko, mengatakan bahwa aksi melangitkan doa ini merupakan bentuk dukungan moral dan solidaritas antar sesama pekerja pers yang sedang menghadapi situasi darurat.
“Kami berkumpul hari ini untuk melangitkan doa bersama, memohon agar lima rekan kami segera ditemukan. Kami berharap pencarian membawa kabar baik, dan yang paling utama, mereka semua dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Andreas di lokasi doa bersama, Jumat 11 September 2026.

Andre menegaskan bahwa keselamatan insan pers harus tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari tuntutan profesi di lapangan. Musibah ini menjadi peringatan keras bagi industri media terkait pentingnya standar keselamatan peliputan di area berbahaya.
“Kerja jurnalistik memang menuntut kami untuk hadir di lapangan. Tetapi keselamatan tetap menjadi hal yang utama. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama,” ucapnya.
Insiden hilang kontak yang kini memasuki hari keempat pencarian itu turut menyentuh sisi personal para anggota PFI Yogyakarta. Pewarta foto senior Dwi Oblo mengaku sangat kehilangan kabar dari Ari Basuki (Arbas), rekan seprofesinya yang dikenal sangat peduli pada prosedur mitigasi saat meliput bencana.
“Foto-fotonya memang dahsyat, dua tahun lalu sempat menang award. Dia itu sosok yang sangat peduli dan memikirkan mitigasi kalau ada sesuatu harus lari ke mana. Harapan kita, tim SAR bisa menemukan mereka, mungkin terdampar di salah satu pulau sekitar Krakatau,” kenang Oblo.
Sementara itu, anggota senior PFI Yogyakarta, Becky Subekhi, menilai musibah ini harus menjadi momentum evaluasi total bagi organisasi foto jurnalis dalam menerapkan standar keamanan liputan risiko tinggi.
PFI Yogyakarta turut mengimbau publik dan insan pers agar menyaring informasi serta berpatokan pada keterangan resmi otoritas berwenang demi menjaga kondisi psikologis keluarga korban.
“Ini tamparan juga bagi PFI. Sepenting-pentingnya kejadian atau momen, lebih penting nyawa. Ada wacana keamanan peliputan akan dimasukkan pada materi Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” kata Becky.
Hingga saat ini, Tim Basarnas beserta relawan masih menyisir pulau-pulau kecil di sekeliling Gunung Anak Krakatau.

Redaktur: Mawan

