
(Foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Wakil Bupati (Wabup) Sleman Danang Maharsa melakukan peninjauan langsung ke SPBU Pertamina 44.552.04 Adisucipto, pada Selasa 16 Desember 2025. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan stok BBM serta LPG, khususnya di wilayah timur Sleman yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.
Danang mengatakan, pemantauan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk memastikan pasokan energi tetap aman selama periode libur panjang. Terlebih, SPBU Adisucipto dinilai strategis karena berada di jalur utama keluar-masuk wisatawan dan pemudik dari arah timur.
“Pemantauan ini memang rutin kita lakukan setiap menjelang Nataru. Kita ingin memastikan stok BBM hingga akhir tahun tetap terjaga, terutama di wilayah Sleman,” ujarnya kepada awak media usai tinjauan.
Menurutnya, potensi kepadatan pembeli BBM di wilayah timur Sleman cukup tinggi seiring beroperasinya gerbang tol yang telah mencapai kawasan Prambanan, Klaten. Kondisi ini membuat arus kendaraan dari arah timur menuju Yogyakarta diprediksi lebih padat dibanding wilayah barat.
“Trend-nya saat ini, pemudik maupun wisatawan banyak yang keluar masuk dari timur karena pintu tol sudah sampai Prambanan. Jadi jalur Prambanan – Jogja ini kemungkinan akan lebih padat, sehingga SPBU di wilayah ini menjadi prioritas pemantauan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Danang juga menekankan pentingnya pengawasan takaran BBM di SPBU. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mencegah kejadian yang dapat mencoreng citra daerah.
“Bukan berarti kami tidak percaya dengan ketertiban SPBU di Sleman. Ini semata-mata demi menjaga ketertiban dan kepercayaan masyarakat. Pengalaman-pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa persoalan takaran bisa merugikan banyak pihak,” tegas Danang.
Selain itu, Pemkab Sleman juga mengantisipasi kebutuhan LPG, khususnya LPG 3 kilogram yang banyak digunakan masyarakat dan pelaku usaha kuliner selama libur Nataru. Untuk itu, Pemkab Sleman telah mengajukan permohonan tambahan stok kepada Pertamina melalui Hiswana Migas.
“Kami mengajukan tambahan stok LPG 3 kilogram sebanyak 169.000 tabung. Ini penambahan fakultatif untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, terutama restoran dan sektor kuliner,” ungkap Danang.
Menurutnya, pengajuan tambahan stok tersebut dilakukan setiap tahun sebagai langkah antisipatif. Meski belum tentu seluruhnya terpakai, permohonan tetap diajukan agar pasokan tetap aman jika terjadi lonjakan permintaan.
“Dipakai atau tidak, tetap kita ajukan. Kalau ternyata cukup, alhamdulillah. Kalau tidak, setidaknya kita sudah punya cadangan stok,” ujarnya.
Danang menjelaskan, penyaluran tambahan LPG tersebut dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan tren libur Nataru yang biasanya berlangsung sejak menjelang Natal hingga beberapa hari setelah Tahun Baru.
“Biasanya wisatawan merayakan tahun baru di sini, lalu pulang tanggal 2 atau 3. Pola ini yang kita antisipasi, baik sebelum Natal maupun setelah tahun baru,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












