
WONOGIRI, JATENG || WARTA-JOGJA.COM – Kabupaten Wonogiri telah bertumbuh dalam pengembangan pariwisata daerah dengan mengusung berbagai potensi yang dimiliki sebanyak 25 (Dua Puluh Lima) kecamatan tersebar mulai dari pesisir laut selatan, kota dan wilayah pegunungan.
Pertumbuhan ini karena kesadaran masyarakat sebagai Stakeholder pariwisata untuk berperan aktif dalam mendukung kawasan kabupaten Wonogiri yang menjadi bagian dari wilayah Solo Raya.

Aksesibilitas yang mulai terjalin rapi antar wilayah menjadi salah satu pemantik minat investor, pelaku wisata, organisasi dan komunitas untuk mempercepat akselerasi.
Wonogiri, sebagai salah satu wilayah terluas di Provinsi Jawa Tengah memiliki peluang konektivitas tersebut sehingga magnet potensi wisata mulai dari alam, budaya dan buatan menjadi pilihan banyak pihak untuk berlomba membangun Wisata Berkelanjutan dengan cara dan strategi yang beragam.
Solo Raya Tourism Biz (SRTBiz) , sebagai salah satu stakeholder platform pariwisata telah melirik Wonogiri menjadi bagian dari perluasan pemasaran usaha jasa pariwisata berbasis ekosistem yang memiliki daya saing tersendiri dengan keunikan, tematik, dari kekuatan daerah yang akan bersanding dengan wilayah lainnya.
Untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem pariwisata Solo Raya khususnya Wonogiri, maka SRTBiz, menggandeng para pihak dalam upaya penerapan Travel Pattern Wisata Solo Raya.

Pihak tersebut meliputi Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wonogiri, Pemerintah Kecamatan Girimarto, Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri Raden Wijaya, Parnaraya Group, dan komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Solo Raya, Desa Bubakan dan Desa Semagar, Kampung Edukasi Nuswantara dan Sasmita Tour Travel untuk dapat berkolaborasi bersama.
Berbagai aktivasi telah dilakukan dengan melakukan pendampingan, pelatihan, penyusunan paket wisata, dan penguatan destinasi dan Sumber Daya Manusia.

Menurut Chris Broto selaku Founder SRTBiz menyampaikan bahwa SRTBiz, juga telah membuat Branding pola perjalanan wisata kawasan Solo Raya dengan Mengusung tema ‘Solo Raya Experiential Travel’.
“Model pariwisata berbasis pengalaman adalah upaya yang tepat untuk kawasan Solo Raya dalam mengambil positioning untuk dapat mengajak wisatawan lebih berkesan ketika melakukan perjalanan wisatanya, seperti yang dipublikasikan oleh Kementerian Pariwisata,” ungkapnya, Jum’at (25/04/2025).

Ia merepresentasikan bahwa Pariwisata Berkualitas adalah tren wisata yang akan banyak diminati dimasa depan, yaitu Wellness, Gastronomy, Ecotourism, Heritage dan Marine,
“Dimana semuanya itu ada diseluruh kawasan Kabupaten Wonogiri.” pungkasnya.
Oleh karena itu, upaya ini tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak melainkan elaborasi dari seluruh pihak yang memiliki komitmen dalam membangun pariwisata berkualitas sebagai ekosistem yang berorientasi kepada nilai-nilai berkelanjutan yaitu sosial budaya, lingkungan dan ekonomi.

Melalui proses ini masih terus berlanjut dan harapannya akan semakin bertambah serta bertumbuh gerakan kolektif ini untuk membawa manfaat bagi bisnis pariwisata Kawasan Solo Raya dan Kabupaten Wonogiri khususnya yang telah diinisiasi oleh Solo Raya Tourism Biz.

REDAKTUR MAWAN








