
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, melakukan kunjungan ke Smart City didalam gedung lantai tiga Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu 30 November 2025. Dalam kunjungan ini, selain OPD terkait Korlantas turut mengundang ojek online (ojol) berbagai mitra.
Agus menjelaskan pentingnya integrasi teknologi digital dalam pengelolaan lalu lintas, sekaligus ia memberikan apresiasi kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang taat aturan.
“Saya apresiasi dan disampaikan oleh Pak Kadirlantas atau stafnya bahwa Smart City ini sudah terintegrasikan. Jadi, rekan-rekan ojol, mungkin sudah lihat ya, hati-hati lagi jalan,” ujarnya dihadapan tamu undangan.
Agus menyampaikan salam hormat dari Kapolri untuk seluruh ojol di Indonesia yang berhasil menjadi pelopor keselamatan dalam berkendara salah satunya mengenakan helm.
“Karena kemarin Pak Kapolri itu mengambil apel ojol di Bandung, di Surabaya, di Jakarta. Maka dari itu, salam hormat dari Pak Kapolri rekan-rekan ojol semuanya. Semoga menjadi saudaranya polisi. Jadi, kalau ojol sebagai pelopor selamat berkendara,” ucapnya.
Agus juga menyoroti launching-nya digitalisasi Korlantas Polri pada bulan September yang lalu.
Dimana, pada launching ini, menurut dia semua informasi digital itu dalam satu genggaman.
“Beberapa bulan yang lalu, saya sudah expose di media bahwa ada revitalisasi ETLE, ada revitalisasi sinyal dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat,” katanya.
Selain itu, Agus bangga bahwa Smart City telah terintegrasi baik dengan sistem ETLE nasional dan K3i. Karena inilah, Smart City dapat mengendalikan seluruh permasalahan Kamtibmas yang ada di DIY.
“Bukan hanya kerjaan Smart City saja, tapi sudah terintegrasi dengan K3i. Ini K3i itu sebenarnya mbahnya komunikasi dan kendali. Sudah dimaparkan kemasin Pak Dirlantas, dan bahkan sudah terintegrasi dengan K3i dan ETLE Nasional,” terangnya.
Ia juga menekankan bahwa Smart City dapat memantau hingga 400 kamera yang terintegrasi dengan ETLE.
“Moga-moga Jogja memang istimewa luar biasa melalui Smart City ini. Saya kesini juga meyakinkan bahwa saat ini Mabes Polri dan jajaran sedang melaksanakan Operasi Zebra harapannya mengedepankan humanis, edukatif, komunikasi,” ujarnya.
Banyaknya informasi atau isu yang menyebut jika hasil dari operasi kendaraan itu digunakan oknum untuk kepentingan semata, Agus menegaskan, Korlantas Polri tidak bangga melakukan penilangan didalam operasi penindakan.
“Saya selaku Korlantas Polri tidak bangga untuk melakukan penilangan. Tetapi saya mengharapkan masyarakat keguna jalan itu sudah tertib sendiri. Jadi jangan sampai nanti ojol ditilang. Karena ojol ini sudah menjadi pelopor keselamatan lalu lintas,” tegas Agus.
“Saya sepanjang tahun, bila ketemu ojol, tidak ada ojol yang tidak pakai helm. Yang tidak pakai helm, saya yakin bukan ojol. Makanya rekan-rekan ojol adalah pelopor keselamatan dan sahabat-sahabat Polri,” sambung Agus.
Sehingga terkait teknologi digital ETLE didalam Smart City tersebut adanya terintigrasi ada kamera, lanjut Agus, berharap saat memantau jalanan di Jogja dirinya tidak melihat warga yang tidak pakai helm.
“Karena semuanya ini untuk kepentingan keselamatan, untuk kepentingan kita bersama. Karena lalu lintas itu adalah cermin budaya bangsa,” tegasnya lagi.
Kemudian, Agus menyinggung pentingnya parameter lalu lintas di kota Yogyakarta, khususnya saat weekend.
“Di Jogja ketika weekend ada dari Solo, ada dari Semarang datang ke sini. Lompatan atau bangkitan arus itu ada berapa? Jadi parameter-parameter itu bisa nanti dilihat di sini. Sehingga ketika nanti mungkin Pak Gubernur bertanya ‘Loh itu kenapa di jalan ring road padat sekali?’ Pak ini ada bangkitan arus dari Solo sekian ribu. Yang mestinya harusnya sekian,” jelasnya.
Ia menambahkan, Polri dalam hal ini, khususnya Korlantas, mengedepankan peningkatan hukum dengan ETLE. Dimana ETLE tersebut, Polri mempunyai kebijakan 95 persen peningkatan hukum pelanggan itu lewat ETLE, tetapi yang 5 persen tidak.
“Karena kalau Anda sudah tertib, sebetulnya ETLE itu tidak berfungsi. Tetapi ketika di sana ada peristiwa kriminalitas ini bisa diusut dan bisa dilihat.
Sekali lagi kami tidak bangga untuk melakukan peningkatan hukum,” ujar Agus.
Pada kesempatan itu, Agus menyampaikan kesiapan operasi menjelang Natal dan Tahun Baru tahun 2025 – 2026 dan kembali berharap seluruh jajaran Polri di Jogja mengedepankan aksi humanis.
“Terus ke depan itu nanti ada Operasi Lilin pengamanan Natal dan Tahun Baru. Semoga kehadiran kami di Jogja ini membuat persiapan lebih baik,” tandas Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyampaikan dukungan penuh terhadap integrasi Smart City.
“Teman-teman di OPD di DIY terutama Dishub ini siap menekatkan sinergi, tentunya dalam kolaborasi. Di dalam Smart City seperti ini, informasi yang akan diminta dan diperoleh masyarakat tentunya sudah satu data saja. Sehingga tidak ada gap data-data yang akan diperoleh oleh masyarakat,” katanya.
Plt. Direktur Utama Jasa Raharja DIY, Dewi Aryani Suzana, menambahkan baginya dari Jasa Raharja bahwa Smart City ini sangat berarti untuk menjaga golden period bagi korban kecelakaan lalu lintas. “Smart City ini fasilitas yang telah disediakan oleh Korlantas itu dapat segera terlihat kecelakaan ada dimana, seberapa parah kecelakaannya. Sehingga kami dapat menjaga golden period itu dengan baik dan berharap korban lalu lintas dapat segera dibantu. Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin,” jelasnya.
Diakhir kunjungan, Korlantas menyerahkan sejumlah bantuan sosial kepada para ojol yang hadir tersebut.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












