
Sri Sultan Hamengku Buwono X menyaksikan pemantauan melalui Traffic CCTV Smart Province di Kompleks Kepatihan Yogyakarta (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Arus kendaraan yang memasuki wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpantau mengalami peningkatan signifikan pada hari kedua pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025, Minggu 21 Desember 2025 sore. Berdasarkan pemantauan melalui Traffic CCTV Smart Province di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Gerbang Tol (GT) Prambanan tercatat sebagai pintu masuk terpadat menuju Kota Yogyakarta.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, mengatakan hasil traffic counting di exit tol Yogyakarta pada pukul 17.00 hingga 18.00 WIB menunjukkan jumlah kendaraan yang masuk wilayah DIY lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang keluar.
“Berdasarkan data traffic counting exit tol Yogyakarta pukul 17.00 – 18.00 WIB, kendaraan yang masuk wilayah DIY tercatat sebanyak 1.702 kendaraan, sedangkan kendaraan keluar sebanyak 1.565 kendaraan,” ujar Widya saat dikonfirmasi, Minggu sore 21 Desember 2025.
Widya mengungkapkan, dari seluruh pintu tol yang dipantau, GT Prambanan menjadi titik dengan volume kendaraan masuk paling tinggi.
“Gerbang Tol Prambanan menjadi titik dengan volume kendaraan masuk tertinggi,” katanya.
Lebih rinci, arus kendaraan di GT Prambanan tercatat sebanyak 1.139 kendaraan masuk dan 938 kendaraan keluar. Sementara itu, di GT Banyudono terdapat 266 kendaraan masuk dan 320 kendaraan keluar. GT Polanharjo mencatat 220 kendaraan masuk dan 180 kendaraan keluar, sedangkan GT Klaten tercatat 77 kendaraan masuk dan 127 kendaraan keluar.
Selain pantauan di pintu tol, peningkatan mobilitas juga terlihat di sejumlah batas wilayah Kota Yogyakarta. Pada periode yang sama, jumlah kendaraan yang masuk kota tercatat mencapai 3.189 unit, lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang keluar sebanyak 2.541 unit.
Kendaraan masuk ke Kota Yogyakarta didominasi melalui Simpang Kyai Mojo dengan jumlah 2.100 kendaraan, disusul Simpang Pasar Telo sebanyak 910 kendaraan, serta Simpang Rejowinangun sebanyak 179 kendaraan.
Adapun arus kendaraan keluar kota paling banyak terpantau melalui Simpang Demangan dengan 1.463 kendaraan, serta Simpang Sugeng Jeroni sebanyak 1.078 kendaraan.
Kendati demikian Widya menjelaskan, baik berdasarkan data maupun kondisi di lapangan, peningkatan mobilitas kendaraan sudah terlihat jelas, terutama di pintu-pintu perbatasan dan akses tol yang mengarah ke wilayah Yogyakarta.
“Secara data maupun kondisi di lapangan, telah terjadi peningkatan mobilitas kendaraan, terutama di pintu perbatasan dan pintu tol yang mengarah ke Yogyakarta,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kawasan Kridosono hingga Malioboro, arus lalu lintas mulai mengalami peningkatan sejak Jumat 19 Desember 2025. Namun demikian, kondisi tersebut masih dinilai dalam batas normal.
“Kepadatan signifikan baru terjadi pada Sabtu 20 Desember kemarin dengan kondisi lalu lintas padat merayap yang memperlambat perputaran kendaraan,” ungkap Widya.
Ia menambahkan, kepadatan tersebut dipicu oleh adanya kegiatan konser yang berlangsung di kawasan Stadion Kridosono.
Oleh karena itu, Widya kembali mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengantisipasi potensi kepadatan, khususnya pada jam-jam rawan selama pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025.
“Polda DIY mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengantisipasi kepadatan, terutama pada jam-jam rawan selama pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN











