
Gerbang Tol Purwomartani (Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi jumlah pergerakan pemudik pada Lebaran 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Prediksi tersebut mengacu pada data dari Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan, pada 2025 jumlah pergerakan pemudik tercatat sekitar 154 juta orang, sedangkan tahun ini diperkirakan turun menjadi sekitar 143 juta orang.
“Kalau kami masih menggunakan prediksi dari Kementerian Perhubungan ya, sekitar kalau tahun kemarin itu sekitar 154-an, sekarang turun 143-an. Jadi ini yang kami persiapkan untuk koordinasi dengan semua stakeholder yang terlibat,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Menurut Erni, penurunan jumlah pemudik kemungkinan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca yang akhir – akhir ini tidak menentu.
“Ya, mungkin cuaca juga mempengaruhi ya, saat ini kondisi semuanya seluruh Indonesia kurang baik-baik saja. Tapi sebenarnya polanya ini kan berbeda ya, Nataru sama ini. Kalau Nataru itu kan wisata, kalau ini kan mudik,” katanya.
Selain itu, bisa jadi sebagian masyarakat memilih tidak mudik karena mempertimbangkan situasi saat ini atau karena keluarga sudah berada di kota tempat mereka bekerja.
“Barangkali juga masyarakat sudah mungkin melihat situasi itu juga mungkin juga enggak usah mudik enggak apa-apa. Tapi karena mungkin juga keluarga sudah enggak ada di sini juga mungkin ada di tempat bekerjanya sekarang, bisa jadi seperti itu,” tutur Erni.
Namun, ia menyebut bahwa pergerakan pemudik tidak hanya menuju Yogyakarta, tetapi juga ke wilayah lain seperti Jawa Barat yang jumlahnya cukup besar.
Draft Rekayasa
Terkait persiapan teknis lalu lintas itu, ia mengaku Dishub DIY masih menyusun draf pengaturan terbaru dan akan melakukan klarifikasi bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten/kota.
“Draft baru masih kami proses persiapan dan kita belum ketemu. Jadi nanti kita akan klarifikasi dengan semua stakeholder, terutama kabupaten kota juga,” katanya.
Sehingga, untuk pengaturan lalu lintas tersebut, kata dia, skema yang diterapkan serupa dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), yakni menyiapkan jalur alternatif guna mengurangi potensi kemacetan.
“Tapi yang jelas arus lalu lintas kita atur sama seperti di Nataru, ada jalur alternatif. Kemudian juga mengurangi kemacetan seperti apa itu memang dengan jalur-jalur alternatif yang kami informasikan nanti kepada semua masyarakat,” jelas Erni.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengoperasian jalur fungsional di wilayah ruas tol Purwomartani Kabupaten Sleman. Erni menyebut jalur tersebut nantinya difungsikan untuk arus keluar (out), bukan masuk (in).
“Kita kemarin diskusi di Solo dengan kementerian juga, fungsinya nanti fungsionalnya itu adalah untuk out bukan in. Kalau in nanti masih masuk ke Prambanan memang secara infrastrukturnya belum siap. Masih perlu pembebasan lahan untuk U-turn ya, U-turn-nya itu yang belum ada,” paparnya.
Ia menambahkan, pengoperasian jalur fungsional tersebut direncanakan mulai 13 -14 Maret 2026 dan bersifat situasional.
“Nanti dimulai sekitar tanggal 13-14 Maret. Itu hari Jumat. Kalau kita Purwomartani out, nanti di tanggal setelah uji selesai. Iya, karena itu masih fungsional,” pungkas Erni.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan kesiapan jalur fungsional di wilayah DIY dan Jawa Tengah untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026. Peninjauan infrastruktur dilakukan langsung oleh jajaran direksi Jasa Marga bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan pada 23 Januari 2026.
Untuk mengurai kepadatan di titik krusial, Jasa Marga akan mengoperasikan dua ruas tol secara fungsional, yakni Tol Solo – Yogyakarta – YIA segmen Prambanan – Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer yang diproyeksikan memangkas waktu tempuh Klaten – Yogyakarta dari 45 menit menjadi sekitar 20 menit.
Selain itu, Tol Yogyakarta – Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa – Bawen sepanjang 4,98 kilometer juga akan difungsikan. Ruas ini terhubung langsung dengan Tol Trans Jawa Semarang – Solo dan menjadi alternatif bagi pemudik menuju Magelang dan Temanggung untuk mengurangi kepadatan di Exit Bawen.

🟢 Redaktur: Mawan












